
Denpasar – hariandialog.co.id
Setelah memasuki hari ke-75 pelaksanaan tahapan kampanye Pemilu Tahun 2024 dimulai sejak 28 November 2023, mulai 11 Februari 2024 memasuki masa tenang sampai dengan 13 Februari 2024.
” Selanjutnya, tgl 14 Februari 2024 kita bersama-sama ke TPS melakukan pencoblosan memilih Presiden dan Wakil Presiden, anggota legislatif, seperti anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota.,” jelas Pj.Gubernur Bali S.M Mahendra Jaya
mengajak smmasyarakat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) menyalurkan hak pilihnya. Harapan tersebut disampaikan Pj. Gubernur Bali, S.M.Mahendra Jaya saat Penutupan Kampanye Damai Pemilu 2024 diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali di Gedung Dharma Alaya, Lumintang, Denpasar, Sabtu (10/2).
Pj. Gubernur Bali mengatakan, semua kalangan masyarakat patut bersyukur tahapan kampanye yang diprediksi terdapat kerawanan-kerawanan dengan kedewasaan peserta Pemilu, tim sukses, masyarakat, dan pengaturan penyelenggara Pemilu, pengamanan dan juga ASN telah menjaga netralitasnya, serta peran serta para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda berperan sebagai cooling system menjadikan tahapan kampanye berjalan aman dan damai, sehingga situasi Kamtibmas di Bali sangat kondusif.
“Atas capaian dan situasi Kamtibmas Bali yang kondusif ini, atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Bali menyampaikan terima kasih. Pada saat pelaksanaan kampanye para peserta Pemilu didukung tim sukses telah menyampaikan visi, misi, dan program kerjanya,” kata Mahendra Jaya.
Ia melihat masyarakat antusias, gembira dan damai hadir atau mengikuti kegiatan kampanye tersebut. Tidak ada peristiwa yang mengganggu keamanan dan kedamaian, dari tahapan pelaksanaan kampanye.
Pj. Gubernur Mahendra Jaya menyebut salah satu indikator keberhasilan Pemilu adalah tingkat partisipasi publik. Semakin tinggi tingkat partisipasi publik menunjukkan kuatnya legitimasi terhadap pemimpin.
KPU Provinsi Bali menargetkan partisipasi publik Pemilu Tahun 2024 adalah 83%. Suatu angka realistis kalau melihat partisipasi publik di Bali pada Pemilu sebelumnya (Tahun 2019) di atas 80%.
Pemilihan Umum selain memilih calon pemimpin dan calon legislatif untuk keberlanjutan pemerintahan, secara esensi merupakan proses pembelajaran dan ujian bagi seluruh elemen bangsa seberapa jauh nilai-nilai demokrasi, keanekaragaman telah menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia.
“Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih datang ke TPS menyalurkan hak pilihnya. Penggunaan hak pilih adalah swadarma terhadap Negara sangat penting guna keberlanjutan pemerintahan, kemajuan bangsa dan negara,” tuturnya.
Pj.Gubernur menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan mempertahankan suasana kondusif seperti ini sehingga perhelatan Pemilu Serentak 2024 dapat berjalan aman, lancar, dan damai.
Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, memastikan seluruh penyelenggara Pemilu tidak main-main mengikuti aturan yang ada dan tidak ada tendensi apapun” Kami memastikan logistik pemilu siap didistribusikan ke masing-masing desa.
Ia minta agar mulai besok seluruh atribut kampanye baik spanduk, umbul-umbul atau alat kampanye lainnya dibersihkan dan tidak ada pelaksanaan kampanye di luar jadwal.
Ketua KPU Bali juga mengajak semua pihak bekerjasama mengawal semua kegiatan dan mengajak masyarakat datang ke TPS sehingga target 83% partisipasi pemilih di tahun ini dapat tercapai dan zero sengketa ke Mahkamah Konstitusi.
Dalam acara bertajuk “Harmoni dalam Demokrasi Bali Shanti” hadir Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Sugawa Korry, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Bali, Brigjen TNI Agus M Latief,S.I.P, Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Saguna, dan Forkopimda Provinsi Bali
(nani)
