Jakarta, hariandialog.co.id.- KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo
meminta jajarannya lebih cepat merespons laporan atau aduan dari
masyarakat. Sigit mengaku tidak ingin istilah no viral no justice
terus bermunculan di media sosial. “(Sekarang) bagaimana polisi bisa
respons cepat terhadap segala macam bentuk pengaduan. Jangan sampai
selalu muncul istilah no viral no justice,” kata Sigit dalam rilis
kinerja akhir tahun di Markas Besar Polri, Selasa, 30 Desember 2025.
Sigit mengklaim, Polri tidak bergerak dengan basis viralnya
suatu peristiwa. “Viral tidak viral harus kami respons,” ujar dia.
Namun Sigit meminta jajarannya tidak mudah bawa perasaan
atau tersinggung ketika menghadapi kritikan di media sosial. Menurut
sigit, keluhan warganet bisa menjadi masukan baik bagi institusinya.
“Keluhan masyarakat khususnya netizen ini bisa ditindalklanjuti sesuai
apa yang diharapkan masyarakat,” ujar dia.
Sigit meminta masyarakat untuk terus menyampaikan kritik dan
masukan kepada Polri. Menurut dia, menerima kritik merupakan bagian
dari upaya memperbaiki institusi. Sigit mengklaim akan mendengarkan
aspirasi masyarakat. “Ke depan kami akan terus melakukan perbaikan,”
ujar dia.
Pada forum itu, Kapolri menyampaikan tiga komitmen
perbaikan. Pertama yakni komitmen untuk hadir di tengah masyarakat dan
mendengarkan lebih banyak aspirasi.
Selain itu, Sigit mengatakan institusinya akan mengedepankan
pendekatan humanis dan responsif dalam memberikan pelayanan publik.
“Sehingga masyarakat dengan mudah dapat mengakses seluruh layanan
kepolisian,” ujar dia. Sigit juga mengatakan Polri akan tegas terhadap
pelaku kejahatan yang merugikan masyarakat dan negara, tulis tempo.
(tur-01)
