Jakarta, hariandialog.co.id.- Kementerian Pertanian (Kementan)
mendapatkan ambahan anggaran untuk mengembangkan sektor pertanian pada
2025. Penambahan anggaran untuk sistem irigasi misalnya, saat ini
mendapatkan alokasi dana dari pemerintah sebesar Rp12 triliun.
Selain untuk sistem pengairan, Menteri Pertanian Andi Amran
Sulaiman menuturkan penambahan anggaran juga diberikan untuk program
optimalisasi lahan atau oplah. Dia mengatakan total dana yang ada di
lembaganya untuk program ini mencapai Rp 13 triliun. “Dengan langkah
dan upaya berpihak pada petani ini, kami optimistis dapat mewujudkan
swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh
Indonesia secepat-cepatnya,” ucap Amran Sulaiman dalam keterangan
resminya pada Senin, 30 Desember 2024.
Menurut Amran Sulaiman, program oplah ini bertujuan
mewujudkan swasembada pangan dengan mengoptimalkan potensi lahan rawa
dan lahan kering. Amran berujar program tersebut rencananya akan
bekerja sama dengan dengan TNI, Kementerian Desa Pembangunan Daerah
Tertinggal dan Transmigrasi, serta berbagai pihak terkait
lainnya.Kepala Center of Food, Energy and Sustainable Development
Indef Abra Talattov mengkritik keras lembaga yang dipimpin Amran ini
meminta tambahan anggaran sebesar Rp 68 triliun, dari anggaran
pendapatan dan belanja negara (APBN) 2025.
Menurut dia, kenaikan anggaran dianggap belum tentu berkontribusi bagi
peningkatan produksi pangan. “Justifikasi Mentan (Menteri Pertanian)
menambah anggaran saya pikir tidak rasional mengingat kondisi fiskal
kita yang terbatas tahun depan,” kata dia dalam diskusi daring Indef,
Selasa 27 Agustus 2024.
Ia ragu adanya dana tambahan ini mampu berkorelasi positif terhadap
produksi pertanian. Pasalnya, tahun lalu justru produksi beras turun
1,4 persen dari mulanya 31,54 juta ton di pada 2022, menjadi hanya
31,01 juta ton pada 2023.
Komoditas pangan jenis jagung misalnya, juga mengalami hal serupa yang
tahun lalu menyusut sampai 10,61 persen. Karena itu, Abra menilai
masih banyak faktor-faktor lain yang mestinya dioptimalkan kementerian
selain usulan menaikkan anggaran.
Merujuk pada nota keuangan RAPBN 2025, memang hampir seluruh anggaran
kementerian berkurang. Abra berujar, hal ini tidak lepas dari
tantangan fiskal. Dana Kementerian Pertanian tahun ini ditetapkan
sebesar Rp 13,3 triliun, sementara tahun depan turun menjadi 7,9
triliun. “Melihat anggaran kementerian lain yang juga dipangkas,
apapun dalilnya, sangat berat untuk memenuhi tuntutan ataupun harapan
kenaikan Rp 68 triliun,” kata dia, tulis tempo. (horas-01)
