Yogyakarta, hariandialog.co.id – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djoyohadikusumo, menegaskan pentingnya dukungan nyata pemerintah terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor ekonomi kreatif saat melakukan kunjungan kerja ke Studio Alam Gamplong, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (2/4).
Ia menilai Studio Alam Gamplong menjadi contoh nyata perjuangan pelaku ekonomi kreatif yang berkembang tanpa dukungan anggaran dari negara. Hal ini, menurutnya, justru menjadi ironi mengingat potensi besar yang dimiliki lokasi tersebut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Ini adalah bukti nyata pelaku UMKM ekonomi kreatif yang berdiri tanpa bantuan satu rupiah pun dari negara. Sangat disayangkan jika pemerintah tidak memberikan dukungan, baik dari sisi promosi, pendanaan, maupun aspek lainnya,” tegasnya.
Saraswati menambahkan, keberadaan Studio Alam Gamplong memiliki efek berganda (multiplier effect) yang luas, tidak hanya bagi sektor ekonomi kreatif, tetapi juga sektor lain seperti kuliner (F&B) dan kriya. Menurutnya, konsep seperti ini sebenarnya telah berkembang di luar negeri, namun patut diapresiasi karena berhasil diwujudkan oleh pelaku lokal di Indonesia.
Lebih lanjut, ia menyoroti persoalan keberlanjutan (sustainability) dalam pengembangan inisiatif ekonomi kreatif di Indonesia. Ia menyayangkan kurangnya perhatian terhadap pengembangan lanjutan meskipun lokasi tersebut pernah diresmikan oleh pemerintah (Presiden Jokowi-red).
“Kita melihat ada persoalan keberlanjutan. Padahal yang kita lihat di sini adalah keterlibatan dan kegigihan masyarakat, benar-benar dari rakyat untuk rakyat,” ungkapnya.
Dari sisi dukungan konkret, Saraswati mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan mendasar yang masih menjadi kendala, seperti promosi, akses pembiayaan, hingga infrastruktur. Ia mencontohkan kondisi jalan menuju lokasi yang masih dikeluhkan pengunjung dan bahkan diperbaiki secara swadaya oleh pengelola.
“Kalau tidak bisa dari anggaran, setidaknya dukungan lain seperti infrastruktur harus diperhatikan. Ini juga destinasi wisata, bukan hanya ekonomi kreatif, sehingga berpotensi besar menarik investasi dan wisatawan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari fungsi DPR, Saraswati menegaskan bahwa Komisi VII akan terus menjalankan peran pengawasan, legislasi, dan anggaran untuk memastikan ekosistem ekonomi kreatif mendapat dukungan optimal. Kehadiran DPR di lapangan diharapkan dapat menjadi bentuk perhatian sekaligus dorongan bagi pemerintah untuk mengambil langkah konkret.
Sementara itu sutradara, produser sekaligus pelaku industry kreatif Hanung Bramantyo, menyambut positif kunjungan Komisi VII DPR RI ke Studio Alam Gamplong. Ia menilai kehadiran para legislator menjadi momentum penting untuk memperlihatkan realitas kerja para pelaku industri kreatif, khususnya perfilman. Menurutnya kunjungan tersebut menjadi langkah tepat agar para pemangku kebijakan dapat melihat langsung proses kerja industri kreatif.
“Sangat mengharukan sekali, kedatangan Komisi VII DPR RI. Terima kasih Mbak Sara (Rahayu Saraswati Djoyohadikusumo) atas inisiatifnya untuk melihat langsung bagaimana kami bekerja di industri kreatif, terutama film,” ujar Hanung.
Dalam kesempatan itu, Hanung juga menceritakan awal mula pengembangan Studio Alam Gamplong yang berangkat dari kolaborasi dengan pemerintah desa setempat. Ia menyebut dukungan kepala desa yang visioner menjadi kunci lahirnya kawasan tersebut sebagai pusat produksi film sekaligus destinasi wisata.
“Awalnya untuk syuting, tapi ternyata masyarakat yang datang dan membuat tempat ini menjadi viral. Dari situ dampaknya terasa ke ekonomi warga,” jelasnya.
Ia menambahkan, konsep kawasan yang mengusung arsitektur era 1800 hingga 1950 sengaja dipilih untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung, sekaligus memperkuat identitas sebagai wisata sejarah.
“Saya ingin orang yang datang ke sini merasakan bagaimana kehidupan masa lalu, bagaimana kakek-nenek kita hidup. Itu pengalaman yang ingin kami tawarkan,” katanya. (Ayu/han-01)
