
Cirebon , hariandialog.co.id – Pelatihan keterampilan dinilai dapat membuka lebih banyak peluang kerja sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) di Cirebon. Karena itu, kolaborasi dunia usaha dan pemerintah diperlukan agar masyarakat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo saat menghadiri Lemkra Training Center 2026 di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (9/10/2026). Ia mengapresiasi konsistensi Lemkra dalam menggelar pelatihan bagi tenaga kerja dan mitra usaha sebagai upaya menyiapkan SDM yang terampil, profesional, dan siap memasuki dunia kerja.
Dalam sambutannya, Effendi Edo mengatakan, peningkatan kualitas SDM membutuhkan kolaborasi pemerintah dan dunia usaha. “Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Lemkra. Perusahaan tidak hanya bergerak di bidang usaha, tetapi juga berinovasi dalam pengembangan sumber daya manusia,” ujar Effendi Edo.
Edo berharap program tersebut terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk warga Kota Cirebon yang ingin meningkatkan keterampilan untuk memasuki dunia kerja atau mengembangkan usaha.
Sementara itu,Direktur Utama PT. Guna Bangun Jaya, Gunawan Cahyadi mengatakan pelatihan bagi kontraktor dan tenaga kerja telah menjadi bagian dari kegiatan Lemkra sejak awal berdiri. Program tersebut mulai dijalankan tiga tahun setelah perusahaan beroperasi dan kini dilaksanakan lebih intensif.
“Pelatihan bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter. Kami ingin menanamkan pentingnya kebenaran, kejujuran, dan ketulusan dalam bekerja, salah satu materi pelatihan ialah waterproofing atau pekerjaan kedap air. Materi tersebut membutuhkan pemahaman teknis dan ketepatan metode agar hasilnya tahan lama serta mampu melindungi bangunan.”ungkap Gunawan.
“Tujuan pelatihan ini sederhana, yaitu berpikir dan merencanakan dengan baik sebelum bekerja. Kalau setiap tahapan dilakukan dengan benar, hasilnya akan lebih baik dan kepercayaan pelanggan juga tumbuh,” ujarnya.
Pelatihan kali ini diikuti 32 peserta, termasuk sembilan peserta dari Universitas Cirebon. Peserta lainnya berasal dari kalangan kontraktor dan staf perusahaan, serta sejumlah daerah seperti Jakarta, Bekasi, dan Kabupaten Kuningan.
Gunawan mengatakan “Pelatihan digelar setiap bulan selama tiga hari dan terbuka bagi masyarakat Cirebon yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang konstruksi, Peserta tidak dipungut biaya.
Kami berharap program ini dimanfaatkan lebih luas sebagai bekal untuk bekerja maupun mengembangkan jasa secara mandiri”. Pungkasnya.(budhi)
