Jakarta, hariandialog.co.id.- – Lembaga survei Poltracking Indonesia mencatat elektabilitas Partai Gerindra sebesar 22,9 persen, disusul PDI Perjuangan (PDIP) 13,4 persen dan Partai Golkar 9,1 persen dalam survei nasional pada 30 September hingga 7 Oktober 2026.
Kepala Bakom Lontarkan Komentar Menohok Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda Rasyid dalam pemaparan hasil survei mengatakan, hasil tersebut menggambarkan preferensi politik responden pada periode pengumpulan data. “Gerindra tertinggi, kemudian disusul PDI Perjuangan (PDIP),” katanya. .
Berdasarkan hasil survei tersebut, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh elektabilitas 7,1 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 5,8 persen, dan Partai Demokrat 5,4 persen. Selanjutnya, Partai NasDem memperoleh 3,9 persen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2,9 persen, Partai Amanat Nasional (PAN) 2,2 persen, serta Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 1,6 persen.
Sementara itu, partai politik lainnya masing-masing mencatat elektabilitas di bawah satu persen. Dalam survei tersebut, sebanyak 24,2 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak memberikan jawaban mengenai pilihan partai politik.
Poltracking Indonesia melaksanakan survei nasional pada 30 September hingga 7 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.220 responden yang telah memiliki hak pilih, yakni warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.
Pemilihan responden dilakukan menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih dengan bantuan aplikasi.
Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden pada setiap desa atau kelurahan yang terpilih sebagai lokasi sampel. Hasil survei tersebut merupakan gambaran pilihan responden pada saat pengumpulan data dan dapat berubah seiring perkembangan situasi politik. tulis viva. (dika-01)
