Jember, harisndialog.co. Id,- Sebagaimana diketahui, belakangan ini jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan ditambah lagi dengan sejumlah RS yang penuh dengan pasien Covid-19.
Adapun pasien Covid-19 tanpa gejala harus melakukan isolasi mandiri di rumah agar RS bisa memberikan pelayanan yang maksimal untuk pasien yang lebih berat.
Sehingga makanan yang dikonsumsi saat terpapar Covid-19 harus benar-benar diperhatikan.
Jika asal mengonsumsi makanan yang seharusnya dihindari justru akan memperlambat proses penyembuhan dari Covid-19 itu sendiri.
Untuk itu perlu diketahui bahwa ada beberapa jenis makanan yang perlu dihindari agar cepat sembuh dari Covid-19.
Dirangkum PORTAL JEMBER dari berbagai sumber, berikut ini 9 jenis makanan yang harus dihindari agar cepat sembuh dari Covid-19 saat isolasi mandiri di rumah.
1. Makanan yang digoreng
Makanan yang digoreng mengandung banyak lemak yang bisa menganggu sistem kekebalan tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan.
Halaman:
Sumber: Berbagai Sumber
Senyawa yang terbentuk dari proses menggoreng bisa memperburuk sindrom metabolik juga menyebabkan peradangan.
2. Minuman manis
Hindari untuk meminum minuman manis, karena dalam minuman manis terdapat gula tambahan yang dapat menyebabkan peradangan pada tubuh.
Soda dan minuman manis lainnya harus dihindari ketika mengikuti diet antiinflamasi.
3. Makanan pedas
Sebaiknya untuk penderita Covid-19 hindari makan-makanan pedas, karena bumbu yang terasa pedas dapat mengiritasi tenggorokan atau memperparah batuk.
Jika mengalami hidung tersumbat cobalah untuk mengonsumsi minuman hangat maupun sup untuk meringankan gejalanya.
4. Alkohol
Minuman jenis ini tak hanya dihindari saat terkena Covid-19 saja, namun sebaiknya benar-benar dihindari atau dibatasi.
Penderita Covid-19 yang mengonsumsi alkohol bisa memicu peradangan, selain itu obat-obatan yang dikonsumsi juga menjadi tidak efektif.
5. Terlalu banyak daging merah
Penderita Covid-19 disarankan untuk menghindari dulu jenis makanan ini. Daging merah memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Lagi-lagi, hal ini bisa meningkatkan risiko peradangan.
6. Makanan dalam kemasan
Nakanan dalam kemasan umumnya banyak mengandung pengawet, natrium, zat adiktif, serta tambahan gula. Bahan-bahan tersebut bisa menyebabkan peradangan yang berdampak pada melemahnya kekebalan tubuh.
7. Karbohidrat rafinasi
Karbohidrat rafinasi merupakan karbohidrat yang telah melalui banyak proses sampai tiba di meja makan. Contoh karbohidrat rafinasi di antaranya gula olahan, tepung halus, roti putih dan pasta.
karbohidrat rafinasi dapat meningkatkan gula darah serta insulin, radikal bebas, dan meningkatkan peradangan.
8. Produk tinggi garam
Makanan yang tinggi garam juga berdampak buruk pada kesehatan di mana dampaknya mirip seperti mengonsumsi makanan tinggi gula yaitu menghambat fungsi normal imunitas, memperburuk penyakit autoimun.
9. Makanan cepat saji
Ada banyak makanan cepat saji dengan klaim ‘vegan food’ yang kesannya menyehatkan. Namun, pada pasien Covid-19, sebaiknya hindari konsumsi makanan cepat saji.
Pangan cepat saji cenderung mengandung phthalates yang berasal dari kemasan plastik yang rembes ke makanan.
Zat ini dapat menyebabkan gangguan imunitas dan menekan keragaman bakteri usus yang akhirnya mengganggu imunitas lagi.(portalkembr/ tur)
