
Surabaya, hariandialog.co.id – Menteri Agama (Menag) Prof. Nasaruddin Umar meyakini akan ada kebangkitan Syarikat Islam jilid baru. Hal itu disampaikan saat penutupan Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam di Asrama Haji Surabaya, Selasa (20-10-2026).
Menurut Nasaruddin, kunci kebangkitan adalah menengok sejarah Serikat Dagang Islam (SDI) sebagai pergerakan nasional pertama yang mengedepankan penguatan ekonomi agar umat tidak termarjinalkan.
“Jika ingin memerdekakan umat Islam, caranya melalui penguatan ekonomi,” ujarnya di hadapan Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (SI) Ferry Juliantono dan Ketua Dewan Pusat periode 2026-2031 Hamdan Zoelva.
Kemenag, kata dia, mendorong ekosistem ekonomi umat berbasis rumah ibadah dan pendidikan, salah satunya optimalisasi masjid dan pesantren sebagai pusat ekonomi produktif lewat minimarket umat. Potensi ratusan ribu masjid dan puluhan ribu pesantren dinilai besar jika dikelola profesional. Program tersebut disinergikan dengan Kementerian Koperasi untuk pembentukan koperasi di masjid.
Presiden Lajnah Tanfidziyah SI Ferry Juliantono menegaskan kebangkitan koperasi adalah kelanjutan cita-cita H.O.S. Tjokroaminoto tentang sosialisme Islam untuk mewujudkan kemerdekaan sejati melalui ekonomi kerakyatan berlandaskan Pasal 33 UUD 1945. “Tema dakwah ekonomi Syarikat Islam bertujuan mewujudkan kemerdekaan yang sejati,” kata Ferry yang juga Menteri Koperasi.
Ketua Dewan Pusat Hamdan Zoelva menekankan konsistensi menjalankan dakwah ekonomi dan mengembalikan DNA awal Syarikat Islam sebagai gerakan dakwah dan kewirausahaan agar tetap relevan menjawab tantangan zaman. (zal)
