
Jakarta,hariandialog.co.id. – Pekerjaan proyek crossing saluran air di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit dan di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, diprediksi akan lambat akibat terkendala banyaknya jaringan utilitas. Sehingga, pekerjaan yang ditarget tak akan tepat waktu yang ditentukan dengan penelusuran Dialog di lapangan, Selasa(28/5).
Kepala Seksi Pembangunan, Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur, Tengku Saugi Zikri hendak dokonfirmasi melalui henponnya melalui WA tak ada balasannya. Juga melalui telepon langsung walaupun bernada masuk tapi tak ada jawabannya.
Perlu diketahui bahwa banyaknya utilitas di lokasi pembangunan crossing saluran ini menyebabkan pekerjaan harus dilakukan secara manual. Seperti yang dilakukan di Jalan Gusti Ngurahrai Akibatnya, memperlambat waktu penyelesaian yang ditargetkan sebelumnya.
“Pekerjaan dilakukan secara manual, karena kalau menggunakan alat berat dikhawatirkan akan merusak utilitas yang ada,’kata salah seorang pekerja kepadaDialog, Selasa(28/5/24).
Dari pantauan Dialog di lokasi pembuatan crossing di Jalan Raya Bogor, ditemukan utilitas berupa kabel listrik tegangan menengah milik PT, dan pipa milik PT PAM Jaya. Seluruh utilitas ini, tampak ditanam perkiraan pada kedalaman sekitar satu hingga 1,5 meter. Padahal untuk crossing saluran yang dipasang juga berukuran 1,5 meter.
Kondisi serupa ditemui dalam pekerjaan crossing saluran di Jalan I Gusti Ngurah Rai. Malah, di sini lebih banyak ditemukan jaringan utilitasnya. Mulai dari jaringan pipa PAM Jaya, kabel milik PT PLN, Telkom dan pipa gas. (Hnb)
