Jakarta, hariandialog.co.id.– Musim hujan telah terjadi di sebagian
wilayah di Indonesia. Dengan cuaca yang ekstrem dan hujan yang turun
terus setiap harinya membuat sejumlah wilayah berpotensi banjir.
Di kondisi tersebut, berbagai penyakit mulai menghantui manusia, salah
satunya ancaman leptospirosis. Menurut Kementerian Kesehatan RI,
leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan infeksi
bakteri dari genus leptospira yang patogen.
Di beberapa negara, penyakit ini dikenal sebagai ‘demam urine tikus.
Penyakit leptospirosis per tahunnya diperkirakan menyebabkan 1,03 juta
kasus infeksi dan 58.900 kematian.
Penyakit ini lebih sering terjadi di negara dengan iklim tropis dan
subtropis. Terutama di negara kepulauan dengan curah hujan dan potensi
banjir yang tinggi, tulis dtc.
Beberapa wilayah di Indonesia yang pernah melaporkan kasus leptospirosis, yakni:
Provinsi DKI Jakarta
Banten
Jawa Tengah
Jawa Barat
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Kalimantan Selatan
Maluku
Sumatera Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Kepulauan Riau
Bali
Di Indonesia, sumber utama penularan leptospirosis berasal dari tikus,
anjing, babi, sapi, dan kambing. Umumnya dapat ditulrkan melalui urine
binatang yang mengandung bakteri leptospirosa.
“Infeksi dapat terjadi dengan kontak langsung atau melalui kontak
dengan air sungai, danau, selokan, lumpur atau tanah yang tercemar
atau terkontaminasi bakteri Leptospira,” tulis Kemenkes melalui laman
resminya, yang dikutip Selasa (30/1/2024).
“Penyakit ini berkembang di alam di antara hewan, baik liar maupun
domestik, dan manusia menjadi host yang merupakan infeksi akhir atau
terminal, karena belum terlaporkan infeksi dari manusia ke manusia,”
sambungnya.
Gejala Leptospirosis
Masyarakat yang paling berisiko tertular leptospirosis adalah yang
tinggal atau beraktivitas di wilayah banjir dan pemukiman banyak
tikus. Selain itu, mereka yang rutin melakukan olahraga air, petani,
peternak, petugas kebersihan, hingga petugas pemotongan hewan.
Berikut beberapa gejala leptospirosis yang perlu diwaspadai:
Demam di atas 38 derajat celsius
Sakit kepala
Badan lemah
Nyeri betis hingga sulit berjalan
Kemerahan di selaput putih mata
Mata dan kulit kekuningan
Pembesaran hati dan limpa
Ada tanda-tanda kerusakan ginjal
Gejala leptospirosis ini memiliki masa inkubasi, yaitu antara 2-30
hari dengan rata-rata berlangsung 7-10 hari. (qiqi-01)
