
Jakarta, hariandialog.co.id.- Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
disebut kebobolan. Pasalnya bisa masuk ke dalam lingkungan apalagi
sampai ke depan ruang siding poster dan poster yang dibawa pendemo.
“Ini Namanya pengadilan sudah kebobolan. Kok poster bisa
masuk ke dalam lingkungan pengadilan. Ini mereka yang para pendemo
membentangkan poster di depan ruang sidang sambil berteriak teriak
atas putusan hakim Tunggal atas permohonan praperadilan yang ditolak,”
kata salah seorang pengunjung sidang dari aparat kepolisian yang
ketepatan mau mengikuti jalannya persidangan.
Seharusnya, petugas sudah harus ketat di depan pintu masuk
pengadilan dan bila perlu memeriksa satu persatu tas bawaan yang
kira-kira mencurigakan. “Kan beda wajah pengunjung sidang untuk
mengikuti jalannya persidangan keluarganya dan juga dengan para
pengacara yang mau bersidang. Jadi semuanya ada pada petugas keamanan
dalam pengadilan,” kata sang pengacara polisi yang tidak mau disebut
Namanya.

Coba lihat saja. Para pendemo dengan seenaknya
membantangkan poster di depan ruang sidang dan memperlihatkan kepada
para wartawan tulisan yang ada di atas kertas yang dijadikan poster.
“Jadi ini suatu kejadian yang luar biasa dimana masuk poster ke
lingkungan pengadilan. Yah mungkin saja petugas yang ada di depan
pintu masuk tidak mengerti atau belum mendapat arahan bahwa poster
tidak diperkenankan dibawa masuk ke lingkungan pengadilan,” jelas
salah seorang petugas polisi dari Polres yang ikut pengamanan.
“Kami disini diperbantukan untuk pengamanan pengunjung
sidang saja dan takut kalau ada apa apa. Sedangkan yang menjaga
dipintu masuk kan itu urusan pihak pengadilan. Dan pada sidang artis
Nikita Mirzani ada beberapa petugas berpakaian batik katanya di
Militer. Tapi saat begini persidangan tidak ada. Wah, benar-benar ini
pengadilan kebobolan,” kata Polisi dari Polres yang tidak terlihat
namanya karena pakai jaket. (tob).
