Jakarta, hariandialog.co.id.- Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan
mengakhiri masa jabatannya di 2024 mendatang. Jokowi pun berpesan agar
program kartu prakerja akan terus dilanjutkannya meski dirinya tidak
menjabat presiden.
Pasalnya kata Jokowi, program kartu prakerja tersebut
dinilai memiliki banyak manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Jokowi pun mengungkapkan bahwa pada tahun depan program
prakerja akan dilanjutkannya. Dirinya menyebut sudah ada anggaran yang
telah disiapkan untuk program tersebut. “Terus. Ini akan diteruskan,
dilanjutkan termasuk tahun depan anggarannya sudah ada,” ujar Jokowi
dalam acara Silahturahmi dengan Alumni Prakerja, Sentul, Bogor, Jumat
(17-06-2022).
Dia mengungkapkan, bahwa para peserta program kartu
prakerja hampir 80 persen menerima manfaat. Manfaatnya antara lain
keterampilan yang bertambah. “Menunjukkan bahwa manfaat real, telah
diterima oleh mereka peserta kartu prakerja. Dalam survei BPS memang
di situ jelas sekali 88,9 persen para peserta mengaku mendapat manfaat
berupa keterampilan yang lebih baik atau keterampilan baru. Ini
penting data presentase 89,9 persen adalah sebuah apresiasi sangat
tinggi,” tutupnya seperti ditulis okezone.
Diketahui, dalam dua tahun pelaksanaannya, kini, Program
Kartu Prakerja telah mencapai gelombang ke-32, dengan lebih dari 12.8
juta penerima manfaat yang tersebar di 514 kabupaten/kota
se-Indonesia.
Namun Jokowi tidak menyebut berapa anggaran yang telah
disiapkan untuk program Prakerja. Selain itu, Jokowi mengatakan juga
akan mengevaluasi program Prakerja. “Yang paling penting sekarang ini
dievaluasi dulu, ada koreksi-koreksi. Mengenai anggaran nanti
disesuaikan dengan APBN yang ada. Tapi yang jelas dalam pengembangan
SDM negara kita ini sangat baik. Baik untuk up skilling, reskilling,
sangat baik dan dalam jumlah gede banget. 12,8 juta, itu angka yang
sangat gede sekali,” ungkapnya. (redak01).
