Majalengka, hariandialog.co.id – Sebanyak 364 siswa-siswi terbaik dari 26 kecamatan di Kabupaten Majalengka ambil bagian dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Jenjang Sekolah Dasar Tahun 2025 yang digelar pada Kamis (11/9/2025).
Kegiatan ini dibuka di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, kemudian dilanjutkan dengan sejumlah mata lomba yang tersebar di SMPN 3 Majalengka. FTBI tahun ini mengusung semangat revitalisasi bahasa daerah, sejalan dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tentang pelestarian bahasa ibu.
“Festival ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa Sunda di kalangan generasi muda,” ujar Kadisdik Majalengka, H. Muhamad Umar Ma’ruf, melalui Ketua Penyelenggara yang juga Kepala Bidang SD Disdik Majalengka, Asep Fajar Aliwardana, S.IP., M.AP.
Menurut Asep, tahun ini FTBI menghadirkan tujuh cabang lomba, yakni:
Ngadongeng,
Biantara,
Maca Sajak,
.Nembang Pupuh,
Maca jeung Nulis Aksara Sunda,
Nulis Carita pondok,dan
Ngabodor Sorangan.
Para dewan juri berasal dari unsur pengawas bina, KKG/MGMP, serta praktisi seni dan seniman lokal.
“Diharapkan melalui kegiatan ini akan lahir generasi muda yang bangga menggunakan bahasa daerah, meningkatkan prestasi dalam bidang bahasa dan sastra Sunda, serta melahirkan juara-juara terbaik yang akan mewakili Kabupaten Majalengka di tingkat Provinsi Jawa Barat,” tambahnya.
Acara ditutup dengan pantun berbahasa Sunda sebagai pengingat pentingnya merawat budaya:
“Ulah ulin ka Gunung Gede,
Di Gunung Gede loba bahaya.
Urang Sunda sing harade,
Sing hade ngamumule budaya.”
(Ayub)
