Jakarta, hariandialog.co.id.- PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan
Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menyetorkan
sekitar Rp52 triliun uang hasil denda dan penindakan ke negara selama
dua tahun pemerintahannya. Nilai tersebut disebut setara dengan
sekitar US$3 miliar yang berhasil diselamatkan negara.
Prabowo menyampaikan hal tersebut saat menyaksikan penyerahan
uang dan lahan tahap ke-8 dari Satgas PKH kepada negara di Kompleks
Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Selasa (6/10/2026) dikutip dari
Antara. “Acara seperti ini sudah yang ke-8 kali dan total uang tunai
yang diserahkan kurang lebih sudah Rp52 triliun. Itu sekitar US$ 3
miliar yang kita selamatkan dalam dua tahun,” kata Prabowo.
Dalam penyerahan tahap kedelapan sejak Satgas PKH dibentuk
pada Februari 2025, Jaksa Agung ST Burhanuddin selaku Wakil Ketua I
Pengarah Satgas PKH menyerahkan secara simbolik uang senilai Rp13,24
triliun kepada negara yang diterima Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Selain uang tunai, Satgas PKH juga menyerahkan lahan seluas
259.230,73 hektare kepada negara. Lahan tersebut diterima Menteri
Kehutanan Raja Juli Antoni.
Prosesi penyerahan tersebut disaksikan langsung oleh Prabowo
serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Pengarah
Satgas PKH.
Memberantas Pelanggaran Hutan Tak Mudah
Prabowo mengapresiasi kerja Satgas PKH dalam menindak
pihak-pihak yang menguasai kawasan hutan secara melanggar aturan.
Menurutnya, upaya tersebut tidak mudah karena pemerintah
menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati
keuntungan dari praktik korupsi dan pelanggaran hukum. “Saya ucapkan
terima kasih atas kerja keras Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan
ini. Saya mengerti dan saya paham bahwa tantangan yang saudara hadapi
tidak ringan,” ujar Prabowo.
Ia mengatakan perlawanan terhadap aparat dan pemerintah akan
selalu muncul ketika pemerintah berupaya memberantas penyelundupan,
kecurangan, dan praktik ilegal.
Anggota Satgas hingga Keluarga Diintimidasi
Prabowo juga mengungkapkan bahwa sejumlah anggota Satgas PKH
mendapat ancaman. Bahkan, intimidasi disebut tidak hanya menyasar
anggota satgas, tetapi juga keluarga mereka.
Meski menghadapi tekanan tersebut, Prabowo
mengapresiasi anggota Satgas PKH yang tetap menjalankan tugasnya.
“Saya menghargai saudara-saudara tidak mundur, tidak gentar, tidak
menyerah,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, pemerintah harus berani memilih untuk
memberantas praktik yang merugikan negara meski menghadapi tekanan
dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan.
“Pilihannya ada pada diri kita. Apakah kita berani memilih jalan
kebenaran atau kita menyerah kepada kekuatan yang serakah,” tegasnya.
Pada tahap kedelapan ini saja, Satgas PKH kembali menyerahkan
Rp13,24 triliun serta lebih dari 259 ribu hektare lahan kepada
negara., rayatimes. (bing-01)
