Jakarta, hariandialog.co.id.- – Travel Haji Maktour angkat bicara
soal kasus dugaan korupsi kuota haji 2024 yang sedang diselidiki
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pimpinan Maktour, Fuad Hasan Masyhur, menegaskan bahwa semua
penyelenggara haji mendapatkan kuota secara adil.
Fuad menyatakan, dirinya belum mengetahui secara pasti duduk
perkara yang tengah diselidiki KPK. Namun, ia yakin semua
Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) mendapat perlakuan yang sama
terkait kuota. “Sebagai penyelenggara haji, semua itu kan mendapatkan
kuota yang sama, iya kan?,” kata Fuad Hasan Masyhur saat dihubungi
detikcom, Selasa, 12 Agustus 2025
Bahkan, menurut Fuad, Maktour yang dipimpinnya bisa jadi
termasuk penyelenggara dengan kuota yang paling kecil. “Dapat, tapi
mungkin Maktour, mungkin salah satu yang paling kecil,” ujarnya.
Terkait dengan kasus ini, Fuad memilih untuk berprasangka
baik pada proses hukum yang berjalan. Ia meyakini tujuan KPK adalah
untuk kebaikan dan pemberantasan korupsi. “Jadi kita belum tahu apa
sesungguhnya yang terjadi, kita berprasangka baik saja, ya? Untuk
pemberantasan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
telah mengeluarkan surat pencegahan ke luar negeri untuk sejumlah
pihak terkait dugaan korupsi kuota haji 2024. Selain eks Menteri Agama
(Menag) Yaqut Cholil Qoumas, salah satu nama yang beredar adalah FHM.
Penyebutan inisial ‘FHM’ dalam kasus ini diduga mengarah
pada pimpinan travel Maktour, Fuad Hasan Masyhur. Saat dikonfirmasi
mengenai hal tersebut, Fuad angkat bicara. “Saya belum tahu (itu saya
atau bukan), tapi kalau inisial itu bisa saja mendekati saya,” kata
Fuad Hasan Masyhur saat dihubungi detikcom, Selasa (12/8/2025).
Jika memang benar dirinya yang dicegah KPK untuk pergi
keluar negeri, Fuad siap mematuhi aturan tersebut. Hal ini demi
membantu lembaga antirasuah itu memecahkan kasus dugaan korupsi kuota
haji 2024, tulis dtc. (bian-01)
