Manggarai, hariandialog.co.id.- Tenaga kesehatan setempat bersama Tim Medis Relawan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar tetap membuka pelayanan dengan memanfaatkan tenda darurat di Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah itu dilakukan Tim Medis Relawan Universitas Muslim Indonesia menyusul Gedung Puskesmas Wae Codi di Kecamatan Cibal, ambruk usai gempa melanda NTT pada 15 Agustus 2026. Hingga saat ini, Tim Medis Relawan Universitas Muslim Indonesia telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 100 warga dari 10 desa Kecamatan Cibal. Mereka terdiri dari anak-anak, orang dewasa hingga lanjut usia.
Kepala Puskesmas Wae Codi, Heribertus Jeli Jefri, mengatakan bangunan puskesmas mengalami kerusakan berat hingga akhirnya ambruk pada 15 Agustus 2026. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat bangunan ambruk, tidak terdapat pasien yang menjalani rawat inap.
Petugas piket juga berada di luar ruangan. Meski bangunan tak lagi dapat digunakan, kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan tetap ada.
Karena itu, pelayanan dialihkan ke tenda darurat yang didirikan di sekitar lokasi puskesmas. Di tempat sederhana tersebut, tenaga medis tetap melakukan pemeriksaan fisik, konsultasi kesehatan hingga memberikan obat kepada warga sesuai kondisi masing-masing. Kehadiran Tim Medis Relawan UMI turut memperkuat pelayanan yang dilakukan tenaga kesehatan setempat.
Untuk mencapai Wae Codi, tim medis dari Makassar harus menempuh perjalanan sekitar empat jam. Akses menuju lokasi berada di kawasan pegunungan dengan sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan dan berlubang. Wae Codi menjadi salah satu lokasi yang ditetapkan dalam koordinasi misi Tim Medis Relawan UMI bersama BPBD dan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, pojok sulsel.(udin-01)
