Cibinong, hariandialog.co.id – Pengembangan geopark memberikan kontribusi nyata dalam mendorong partisipasi masyarakat di daerah sekitar sebagai pengelola untuk meningkatkan kesejahteraan.
Seperti halnya diungkapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Program pengembangan kawasan Geopark Nasional Pongkor yang tidak sesuai dengan rencana.
Dalam keterangan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin mengatakan, proyek prestisius tersebut tidak berjalan karena banyaknya bencana alam dan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.“Itu berdampak tertundanya kegiatan pembangunan dan peningkatan infrastruktur di wilayah Geopark, bahkan akibat bencana alam di 4 kecamatan yang akan jadi inti Geopark kita mengalami kerugian mencapai 1,4 triliun rupiah,” ujarnya saat rapat koordinasi dengan Badan Pengelola Geopark Pongkor di Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Kamis (22/04).
Ia menambahkan, “Sebetulnya sudah masuk di Teras Pancakarsa dan menjadi program prioritas, akan tetapi karena bencana alam dan pandemi Covid-19, maka pendanaan dari provinsi tidak turun sebab dana tersebut digunakan untuk penanganan Covid-19,” ujarnya.
Beberapa hal dalam rangka percepatan Pengembangan Kawasan Geopark Nasional Pongkor menuju Geopark Pongkor sebagai Universal Global Geopark (UGG), yang sempat tertunda akibat bencana alam dan pandemi Covid-19. “Geopark Nasional Pongkor merupakan salah satu dari 15 Geopark Nasional Indonesia, juga jadi salah satu 5 Geopark yang dikembangkan oleh pihak Provinsi Jabar yaitu, UGG Ciletuh Sukabumi, Aspiring Geopark Citatah Kabupaten Bandung Barat. Kemudian Aspiring Geopark Pangandaran Kabupaten Pangandaran dan Aspiring Geopark Tasikmalaya Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya.
Menurut ia, Pemkab Bogor telah melakukan pengembangan Geopark Pongkor sebagai prioritas pembangunan dalam RPJMD tahun 2018-2023. Melalui salah satu program Pancakarsa Bogor Maju, tentunya harus didukung oleh berbagai unsur hingga masyarakat agar dapat mencapai target UGG di akhir RPJMD 2018-2023. “Tahun 2019-2020 kita mengalami musibah bencana banjir dan longsor yang menimpa empat kecamatan dikawasan Geopark yaitu Jasinga, Cigudeg, Nanggung dan Sukajaya ditambah merebaknya pandemi Covid-19 diawal tahun 2020. Hal itu berdampak terhadap pembangunan daerah terutama terhadap pengembangan Kawasan Geopark Nasional Pongkor,” ujar Burhanudin.
Pengembangan Geopark Pongkor, kata Burhan, sangat penting untuk dilakukan karena merupakan program yang menyentuh seluruh Karsa, mengingat Kawasan Geopark Pongkor secara administratif terdiri dari 15 Kecamatan yang secara sosial ekonomi termasuk kecamatan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada dibawah rata-rata IPM Kabupaten Bogor.(Riz/Diskominfo)
