Jakarta, hariandialog.co.id.- Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G)
menyarankan agar pemerintah melakukan pembenahan di jenjang pendidikan
dasar.
Menurut Kepala Bidang Advokasi Guru P2G Iman Zanatul Haeri,
hal ini diperlukan karena nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang
SMA yang jeblok menandakan kemampuan siswa saat ini masih berada pada
level dasar. “Solusinya perbaikannya adalah dengan melakukan perbaikan
di level dasar atau sekolah dasar karena capaian yang rendah ini juga
membuktikan bahwa tingkat kemampuan matematik anak-anak kita ini juga
masih di level yang dasar,” kata Iman kepada Kompas.com, Rabu
(24/12/2025).
Selain melakukan perbaikan pada jenjang pendidikan dasar,
lanjut Iman, hal yang juga penting adalah melakukan peningkatan
kompetensi guru.
Menurut Iman, guru-guru kompetensinya juga harus diperbaiki
dengan diikuti pelatihan-pelatihan serta peningkatan kesejahteraan.
Hal ini menurut Iman sangat mendesak untuk segera dilakukan sebagai
solusi peningkatan kemampuan siswa. “Solusinya menurut kami adalah
peningkatan kapasitas guru dan saya kira ini sudah sangat mendesak.
Syarat peningkatan kapasitas guru tentu saja adalah jaminan
kesejahteraan, itu saya kira sangat penting bagi semua profesi,”
ujarnya.
Kendati demikian, Iman menilai soal-soal TKA SMA 2025 yang
terlalu sulit menjadi salah satu faktor penyebab jebloknya nilai siswa
di ujian tersebut.
Beberapa guru memang ada yang mengeluhkan bahwa soal-soal
TKA berbeda dengan apa yang diajarkan di sekolah.
Kendati demikian, menurut Iman, yang harus juga jadi
catatan adalah sebenarnya siswa juga banyak juga yang tidak berniat
untuk mendapatkan nilai bagus pada pelaksanaan TKA.
Iman menilai, dalam satu kelas biasanya hanya beberapa siswa
yang memang berniat mendapatkan nilai bagus di TKA, sementara sisanya
hanya sekadar mengikuti. “Ada pengaruh-pengaruh lain misalkan motivasi
anak-anak untuk mengikuti TK ini kan juga tidak semuanya memang niat
benar-benar mengerjakan,” ucapnya., tulis Kompas. (anara-01)
