Denpasar, hariandialog.co.id.- Para penumpang pesawat Batik
Airlines jurusan Denpasar (bandara Ngurah Rai) ke Jakarta (Halim
Perdana Kusumah) kecewa berat. Pasalnya, pesawat keberangkatan
terlambat jauh dari harapan.
Pesawat Batik yang termasuk ke grup Lion sesuai di
bording pass yang penerbangan ID 7310 pertanggal 30 September 2023
naik ke pesawat pukul 19.25. Namun, ditunggu tunggu tidak ada penguman
untuk menaiki pesawat. Ternyata pesawatnya belum ada atau masih di
bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta.
“Saya dan seluruh penumpang pesawat sangat kecewa.
Sudah lama menunggu tidak ada kabar dan baru setelah dipertanyakan
kepada petugas pintu masuk pesawat di counter Batik baru ada
penjelasan bahwa pesawat belum ada. Siapa yang tidak kecewa keluarga
yang jemput sudah menunggu dibandara tujuan sejak pukul sembilan. Eh
ditunda dan ditunda hingga pukul 23.30,” kata Rohman penumpang dengan
nomor kursi 21 A.
Rohman menjelaskan pihak penerbangan dalam hal itu
Batik Air hanya memberikan nasi di dalm kotak dengan menunya ayam
dilampiri satu gelas aqua kecil. “Yah, kita harus makannya karena
sudah lapar. Mau tidak mau harus makan karena semua restoran sudah
tutup. Jadi walau nasinya belum mateng benar harus kita makan,” jelas
Rohman.
Diungkapkan pesawat baru mendarat yang akan membawa
para penumpang ke bandara Halim Perdana Kusumah pukul 22.30 dan
pengumuman untuk menaiki pesawat pukul 22.45 dan pesawat baru landing
dan para penumpang turun dari pesawat pukul 23 lebih. “Jadi banyak
yang bersungut sungut atas keterlambatan pemberangkatan dari bandara
Ngurah Rai. Serba kacaulah, mau tidak mau biaya parkir mobil jemputan
harus bertambah,” aku Rohman. (tob).
