Jakarta, hariandialog.co.id.- Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon
menegaskan budaya berperan penting sebagai penuntun arah bangsa di
tengah dinamika global. “Dalam kondisi dunia yang penuh
ketidakpastian, budaya menjadi kompas. UNAS memiliki dua kata penting
dalam identitasnya, yaitu ilmu dan kebudayaan. Keduanya harus berjalan
bersama,” ujarnya.
Menteri Kebudayaan itu menyampaikan sebagai pesan dan
titipan kepada 864 0rang wisudawan wisudawati Universitas Nasional
priode ke dua tahun 2025 yang diadakan di Jakarta Covention Center,
Jalan Gatot Subroto pada Sabtu, 15 November 2025.
Ia memaparkan bahwa dunia kini menghadapi berbagai tantangan — konflik
geopolitik, ketidakpastian ekonomi, disrupsi teknologi, perubahan
iklim, dan meningkatnya disinformasi. Karena itu, generasi muda harus
punya pegangan nilai.
Fadli menekankan pentingnya memajukan budaya nasional melalui ekonomi
kreatif, industri budaya, dan soft power. “Budaya menjadi sumber
ekonomi kreatif. Dari museum, seni, hingga pengetahuan tradisional,
semuanya bisa menciptakan lapangan kerja,” katanya.
Ia menyoroti pentingnya riset budaya, karya kreatif, inovasi
teknologi, dan penguatan intellectual property (IP) berbasis budaya
agar warisan budaya tetap relevan
Fadli Zon juga menegaskan bahwa teknologi informasi berkembang dalam
quantum leap, sehingga generasi muda harus adaptif.
Teknologi, lanjutnya, harus memperkuat budaya dan mengembangkan
industri kreatif, bukan memutus akar budaya. Ia mendorong wisudawan
UNAS terus berkreasi dengan tetap memegang nilai bangsa, tulis rmol.
(bing).
