Jogja, hariandialog.co.id.- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia
(PHRI) DIY menyayangkan acara Wayang Jogja Night Carnival (WJNC)
ditiadakan tahun ini. PHRI DIY menilai acara puncak peringatan Hari
Ulang Tahun (HUT) Kota Jogja itu bisa menjadi salah satu penyumbang
Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan WJNC bisa
menjadi momentum untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan berkunjung
ke Jogja setelah ada kerusuhan beberapa waktu lalu. “Ya kita sangat
kaget dan menyayangkan event yang sudah menjadi kalender event
nasional tiba-tiba dibatalkan. Padahal event seperti itu memberi
dampak bagi sektor hotel dan resto di DIY karena akan bisa
mendatangkan wisatawan,” papar Deddy saat dihubungi wartawan, Sabtu,
13 November 2025.
“Sebetulnya event ini juga akan meningkatkan PAD kota Jogja
juga, lebih-lebih setelah ada demo yang lalu, akan bisa meyakinkan
calon wisatawan nusantara ataupun asing bahwa Jogja aman nyaman
dikunjungi,” sambungnya.
Berkaca pada gelaran WJNC tahun lalu, Deddy memaparkan
tingkat lama hunian atau length of stay hingga okupansi hotel dan
restoran saat itu cukup bagus. “Biasanya event tersebut bisa dongkrak
okupansi hotel resto rata-rata hunian 60%, di wilayah tengah
(Malioboro dan sekitarnya) bisa 80%. (Length of stay) Bisa rata-rata
2,5 (hari),” urai Deddy.
Deddy mengaku pihaknya tidak bisa berbuat banyak terkait
keputusan dibatalkannya WJNC tahun ini. Tapi dia berharap ada event
pengganti dengan level yang sama dengan WJNC. Ia juga mengaku siap
jika PHRI turut dilibatkan dalam event pengganti nantinya. “Hotel dan
resto itu salah satu penyumbang pajak terbesar di kota Jogja ini, bila
tidak ada upaya meningkatkan okupansi hotel resto akan semakin
berkurang PAD-nya,” tegas Deddy.
Sebelumnya, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengonfirmasi gelaran
tahunan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) tidak digelar tahun ini
lantaran efisiensi anggaran. Keputusan ini diambil juga berlandaskan
arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menjaga
kondusifitas. “Iya (WJNC) kita batalkan, karena memang kenyataannnya
kita juga efisiensi. Itu supaya tidak memancing hal-hal yang
menimbulkan kecemburuan sosial,” jelas Hasto saat ditemui usai
menghadiri acara di Kota Jogja, Jumat, 12 November 2025.
“Pak Mendagri selalu setiap pertemuan, seminggu bisa sampai
dua tiga kali melalui zoom itu, selalu mengingatkan agar kita tidak
menampilkan euforia atau glamoritas yang menunjukkan pemerintah
berlebihan anggaran,” sambungnya.
Hasto meminta masyarakat memahami kondisi perekonomian
akibat efisiensi yang berimbas tidak digelarnya event WJNC ini. “Kita
jaraknya dekat sekali, puncaknya tanggal 7 (Oktober) sementara kita
harus menjalankan berbagai efisiensi yang diarahkan oleh pemerintah.
Kita harus memahami bersama,” pungkasnya, tulis dtc. (harun-01)
