
Cianjur,hariandialog.co.id – Di tengah derasnya modernisasi, Situs Megalitikum Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali mengingatkan bahwa Indonesia berdiri di atas jejak peradaban besar. Belum lama ini, pengusaha nasional Tomy Winata datang langsung meninjau situs purbakala tersebut, yang dikenal sebagai salah satu peninggalan megalitikum terbesar di Asia Tenggara.
Kunjungan Tomy Winata dibenarkan Kepala Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang Sukmana. Menurutnya, Tomy Winata hadir pada 15 Desember dan menyusuri beberapa teras megalitik, termasuk meninjau batu-batu menhir yang menjadi struktur utama situs.
“Benar, Pak Tomy Winata hadir ke Gunung Padang pada tanggal 15 Desember. Beliau melihat langsung kondisi situs dan beberapa batu menhir,” ujar Nanang saat dikonfirmasi, Senin (9/2).
Nanang menuturkan, Tomy Winata terlihat memberi perhatian serius pada kondisi situs. Ia tidak sekadar melihat dari jauh, tetapi mengamati detail bebatuan, mendengarkan penjelasan pengelola, serta menanyakan sejumlah hal terkait perawatan dan upaya menjaga kawasan agar tetap terlindungi.
Salah satu bagian yang paling menarik perhatian adalah sebuah batu menhir besar dengan bobot diperkirakan mencapai dua ton. Pada permukaan batu itu terdapat pola goresan dan lekukan yang oleh sebagian pihak disebut menyerupai formasi rasi bintang, menjadi salah satu objek yang kerap memantik kajian dan diskusi ilmiah.
Bagi pengelola, kunjungan tersebut dipandang sebagai bentuk kepedulian yang bernilai. Kehadiran tokoh dari kalangan pengusaha nasional dianggap menunjukkan bahwa pelestarian warisan budaya bukan hanya urusan pemerintah dan akademisi, tetapi juga panggilan seluruh elemen bangsa.
Nanang menilai, perhatian Tomy Winata terhadap Gunung Padang memberi pesan kuat bahwa situs sejarah bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas dan kebanggaan nasional yang harus dijaga bersama.
Gunung Padang sendiri hingga kini masih menyimpan banyak misteri tentang peradaban Nusantara. Di balik susunan batu-batu purba itu, tersimpan jejak pengetahuan, kerja kolektif, serta kearifan yang menandai bahwa tanah Indonesia telah lama menjadi ruang lahirnya budaya besar.
Pengelola memastikan upaya perawatan dan pengawasan situs terus dilakukan. Mereka berharap, meningkatnya perhatian tokoh nasional terhadap Gunung Padang dapat memperkuat dukungan publik, sehingga situs purbakala tersebut tetap lestari dan dapat diwariskan utuh kepada generasi penerus bangsa.(han)
