Jakarta, hariandialog.co.id.- DIREKTUR Utama PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk Riduan menyatakan pihaknya telah menyalurkan kredit infrastruktur
sebesar Rp 491,63 triliun per Februari 2026. Nilai tersebut naik 30,8
persen secara tahunan (year on year/yoy) jika dibandingkan periode
serupa tahun lalu sebesar Rp 375,85 triliun.
Penyaluran kredit ini, kata Riduan, sebagai bentuk komitmen Bank
Mandiri untuk terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur
nasional. “Melalui pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan,”
ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta pada Selasa, 7 April 2026,
seperti dikutip dari Antara.
Riduan mengklaim penyaluran kredit ini mencerminkan keunggulan yang
berkelanjutan dalam kapabilitas pembiayaan Bank Mandiri, yang didukung
oleh sinergi ekosistem layanan serta pendekatan pembiayaan yang
komprehensif dari hulu hingga hilir.
pembangunan infrastruktur yang terus didorong pemerintah akan menjadi
fondasi penting untuk memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi
kerakyatan, membuka lebih banyak peluang usaha, dan menciptakan
kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat.
Adapun Bank Mandiri telah menyalurkan kredit ke berbagai
subsektor strategis, mulai dari jalan dan transportasi, migas dan
energi terbarukan, tenaga listrik, telematika, perumahan rakyat,
fasilitas kota, hingga konstruksi. Proyek-proyek tersebut mencakup
pembangunan jalan tol, pelabuhan, hingga jaringan kereta api yang
memberikan dampak nyata bagi konektivitas dan aktivitas ekonomi
nasional, tulis tempo. (diah-01)
