
Jakarta-hariandialog.co.id-–Kebutuhan peserta Program JKN mendapat respons cepat dan solutif saat ada kendala di lapangan, mendapat perhatian khusus jajaran Direksi BPJS Kesehatan periode 2026-2031. Komitmen ini dibuktikan dengan diluncurkannya 8 Program Quick Wins ditargetkan tuntas terlaksana dalam 100 hari kerja pertama Direksi BPJS Kesehatan baru. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito menjelaskan, Quick Wins ini terdiri atas 4 Program Customer Centric dan 4 Program Collaborative.
“Program Customer Centric kami kembangkan secara khusus mengakomodir kebutuhan fundamental peserta JKN dirumuskan dengan menjaring aspirasi dan harapan masyarakat,sama, yaitu bisa direspons cepat dan solutif jika menemui masalah saat mengakses layanan administrasi atau layanan kesehatan. Secara paralel, Program Collaborative dijalankan memperluas jangkauan layanan terintegrasi melibatkan sinergi dengan berbagai stakeholders implementasinya,” jelas Pujo Rabu (15/04). di Jakarta.
Empat Program Customer Centric
Ada 4 Program Customer Centric meliputi ( 1) Respons Cepat Solutif,( 2) Iuran Kuat, (3) Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda, dan (4) Eliminasi Inefisiensi. Langkah Respon Cepat Solutif difokuskan menangani keluhan peserta JKN terhadap pelayanan BPJS Kesehatan atau mitranya, sekaligus meningkatkan jangkauan komunikasi hingga ke pedesaan.
“Quick Wins wujud komitmen kami mendukung salah satu poin asta cita Presiden Prabowo, memperkuat pembangunan SDM salah satunya melalui kesehatan. Program JKN memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat Indonesia, merasakan manfaat kehadirannya, kami mohon dukungan semua pihak bersama-sama mengawal Program JKN agar berjalan makin baik ” ujar Pujo usai Launcing PANDAWA 24 Jam dan Quick Wins 100 Hari Kerja Pertama.
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto menjelaskan, salah satu inovasi dikembangkan dalam Quick Wins Respons Cepat Solutif adalah Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA) 24 jam. Jika dahulu peserta JKN hanya bisa mengakses PANDAWA pkl. 08.00 -17.00 waktu setempat, saat ini masyarakat bisa mengakses PANDAWA dengan chat ke nomor Whatsapp 08118165165 selama 24 jam penuh.
Di samping layanan PANDAWA 24 jam, juga menghadirkan layanan prioritas standar waktu layanan kurang dari 5 menit, “ Kami menjamin untuk layanan-layanan prioritas ini direspons dalam waktu kurang dari 5 menit oleh petugas PANDAWA.standar baru layanan cepat kami persembahkan bagi peserta JKN,” ungkap Akmal.
Layanan prioritas mencakup tiga hal. Pertama, penambahan anggota keluarga bagi peserta bayi baru lahir PBI JK, pegawai swasta/BUMN/BUMD, PNS/TNI/POLRI dan pensiunan/veteran. Kedua, pengaktifan kembali status kepesertaan JKN bagi anak usia di atas 21 tahun yang masih kuliah, peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) non aktif yang berpindah segmen menjadi peserta mandiri, dan WNI yang kembali dari luar negeri. Ketiga, perubahan atau perbaikan data berupa golongan dan gaji PNS/TNI/POLRI, nomor handphone, dan perubahan identitas (NIK, KK, tanggal lahir, dan alamat).
“Indonesia sudah masuk ke arah digital welfare state. Artinya layanan publik ke depan bisa bergerak dari reaktif menjadi proaktif. Layanan publik yang cepat dan solutif menjadi utama, digitalisasi membantu kita melawan inefisiensi waktu. PANDAWA 24 jam merupakan arah besar transformasi digital nasional,” kata Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid yang hadir dalam acara ini.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan, akses layanan kesehatan mudah dan responsif fondasi utama membangun kualitas SDM. Ia mengapresiasi PANDAWA 24 jam dan Quick Wins BPJS Kesehatan merupakan terobosan besar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Inovasi PANDAWA 24 jam, langkah progresif relevan dengan kebutuhan masyarakat. BPJS Kesehatan membuktikan, negara hadir memberikan kemudahan akses bagi masyarakat tanpa terikat ruang dan waktu,” jelas Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainul Tauhid Sa’adi.
Program Customer Centric lainnya Iuran Kuat, optimalisasi penerimaan iuran melibatkan kolaborasi stakeholders JKN, misalnya bentuk donasi corporate social responsibility (CSR), cicilan iuran secara harian dan mingguan (pengembangan Program REHAB).DAN Program Prolanis Muda diperuntukkan bagi peserta penderita diabetes melitus dan hipertensi di bawah usia 45 tahun, juga dilakukan Eliminasi Inefisiensi optimalisasi pencegahan, pendeteksian, dan penanganan perilaku inefisiensi (termasuk fraud) DAN pemanfaatan ‘Intelligence Claim’ berbasis artificial intelligence (AI) membantu proses verifikasi klaim.
Di sisi lain, 4 Program Collaborative meliputi: 1) P-Care MBG memantau tumbuh kembang siswa penerima MBG di 3 sekolah, serta status kesehatan dan kepesertaan JKN petugas SPPG di 3 lokasi SPPG; 2) Siswa Sehat Sekolah Rakyat, yaitu pemeriksaan kesehatan berkala siswa di 3 sekolah rakyat; 3) Desa Sehat JKN, melibatkan kerja sama dengan Koperasi Merah Putih (KDMP) dalam uji coba penyelenggaraan jaminan kesehatan dengan KDMP sebagai agen fasilitator; serta 4) JKN 3T, yakni kerja sama dengan kapal bantu rumah sakit TNI AL ke daerah 3T, serta pengiriman tenaga kesehatan ke daerah 3T. ( */ NL )
