
Jakarta, hariandialog.co.id.- — Pemerintah memastikan harga eceran
tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita belum jadi dinaikkan.
Meski sebelumnya sempat muncul rencana penyesuaian harga, Menteri
Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan HET Minyakita hingga kini
tetap berada di level Rp15.700 per liter.
Budi mengatakan pemerintah masih mencermati perkembangan
harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebelum mengambil
keputusan terkait penyesuaian harga Minyakita.
“Sampai saat ini tidak ada kenaikan harga eceran tertinggi
untuk minyak goreng. Jadi, HET minyak goreng masih Rp15.700 per
liter,” kata Budi di IPB University, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/6),
melansir Antara.
Menurutnya, pemerintah memang sempat menyiapkan skenario
kenaikan HET Minyakita. Namun, rencana tersebut belum dijalankan
karena sejumlah syarat dan kondisi pasar dinilai belum terpenuhi.
“Dulu kan syaratnya kalau harga CPO stabil, kondisinya sudah
memungkinkan. Tapi sampai sekarang, sampai saat ini tidak naik,”
ujarnya.
Di tengah belum berubahnya harga Minyakita, pemerintah kini
lebih fokus memperluas distribusi minyak goreng rakyat tersebut ke
pasar-pasar tradisional melalui perusahaan pelat merah sektor pangan
seperti Perum Bulog dan ID Food.
Menurutnya, pemerintah memang sempat menyiapkan skenario
kenaikan HET Minyakita. Namun, rencana tersebut belum dijalankan
karena sejumlah syarat dan kondisi pasar dinilai belum terpenuhi.
“Dulu kan syaratnya kalau harga CPO stabil, kondisinya sudah
memungkinkan. Tapi sampai sekarang, sampai saat ini tidak naik,”
ujarnya, tulis cnni. (abira-01)
