
PARAPAT, hariandialog.co.id.- Provinsi Sumatera Utara tepatnya di Sungai Asahan pernah sukses menyelenggarakan event lomba arung jeram tingkat Internasional pada tahun 2004 silam, sehingga menjadi legenda buat Arung Jeram Dunia.
Dengan diikuti sebanyak 30 peserta dari berbagai belahan dunia Provinsi Sumut berada dipuncak kejayaannya karena menjadikan Sungai Asahan sebagai salah satu ikon berkelas Internasional.
Tantangannya juga tidak main-main dengan panjang lalurnya 20 km dan Grade IV disertai arusnya yang begitu deras. Makanya Sungai Asahan disetarain sama dengan Sungai Zambesi di Afrika dan Colorado di AS. Bahkan atletnya bilang lebih bagus dari Colorado
Bahkan sangat diakui, karakteristik Sungai Asahan sebagai salah satu destinasi dengan arus dan jeram terbaik ke-3 di dunia, dengan memiliki panjang jalur hingga 20 kilometer (km) dan tingkat kesulitan tinggi (Grade IV) sehingga menjadikannya sebagai lokasi favorit untuk atlet arung jeram profesional
Sebagaimana diketahui titik mulai arung jeram di Sungai Asahan ini Titik berada di Desa Tangga, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan.
Perjalanan: Sekitar 5-6 jam berkendara dari Bandara Internasional Kualanamu Medan.
Hal ini disampaikan oleh Dahlan Nasution Mantan Bupati Sabtu (27/6) kepada wartawan. Dahlan menyampaikan bahwa pada tahun 2004 itu Ia pernah di percaya sebagai panitia lomba arung jeram tersebut.
“Sungai Asahan terkenal sebagai salah satu spot arung jeram terbaik di dunia bahkan sejajar dengan dari Sungai Zambesi dan Colorado, sehingga banyak atlet yang saat itu ikut lomba begitu mengagumi spotnya, ” jelaskan Dahlan yang pernah juga menjabat berbagai jabatan strategis dilingkungan Pemprovsu.
Hanya saja suksesi lomba Arung Jeram tingkat Internasional itu tidak pernah lagi digelar di Sumatera Utara hingga saat ini.
Padahal dengan kedatangan atlit internasional saat itu kita bisa menyumbangkan pendapatan perkapida daerah sampai Rp.3-4 miliar.
“Saya paham tentang kondisi saat ini tetapi dengan tidak adanya lomba arung jeram yang sudah sempat mendunia kala itu, rasanya kecewa yang mengakibatkan di sepanjang spot arung jeram Sungai Asahan sekarang terlihat sepi padahal alamnya masih sama, bahkan menurut saya lebih bagus dari Colorado, ” terangkan Dahlan dengan harapan Pemerintah Provsu hendaknya kembali mengadakan kejuaraan Arung Jeram tingkat Nasional maupun Inteternasional. (Emmar )
