Oleh : Ika Noormaningtyas, S.Pd
Guru SD Negeri Ketitang, Godong, Grobogan
Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pasal 1 ayat (1), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Selanjutnya dalam UU No. 14Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada Bab I pasal 1 ayat (1), Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini kalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Pandemi Covid-19 mengakibatkan perubahan pada tatanan kehidupan di segala bidang. Perubahan tatanan di bidang pendidikan yakni ditutupnya sekolah untuk mencegah penyebaran virus korona, yang mengharuskan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun peserta didik berada di rumah. Sekolah mengubah strategi pembelajaran yang awalnya tatap muka menjadi pembelajaran tanpa tatap muka atau pembelajaran online. Pelaksanaan pembelajaran tanpa tatap muka dengan memanfaatkan teknologi media daring atau online. Sistem kegiatan belajar daring menggunakan fasiltas internet, seperti whatsapp, zoom, google meet, google form dan jenis lainnya.
Praktek pembelajaran online ini dilakukan oleh berbagai tingkatan jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Aktifitas pembelajaran di kelas tidak ada lagi, sebagaimana biasanya dilakukan oleh guru dan peserta didik. Langkah yang dianggap tepat namun tanpa persiapan yang memadai. Akibatnya banyak tenaga pendidik kebingungan rnenghadapi perubahan kondisi ini. Pembelajaran daring yang belum dipersiapkan dengan matang tentu berdampak terhadap metode pembelajaran yang dilaksanakan oleh tenaga pendidik.
Sementara itu aktivitas Belajar Dari Rumah (BDR) secara resmi di keluarkan melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran (COVID- l9). Kebijakan ini memaksa guru dan murid untuk tetap bekerj a danbelajar dari rumah (kemdikbud.go.id, 2020). Kebijakan ini tentunya tidak hanya berdampak pada relasi guru dan murid selama BDR, namun juga pentingnya optimalisasi peran orang tua dalam pelaksanaan BDR.
Peran orang tua dalam mendampingi anak selama belajar di rumah menjadi sangat penting. Peran orang tuayangmuncul selama pandemi Covid-l9 adalah sebagai pembimbing, pendidik, penjaga, dan pengembang anak. Pandemi Covid-l9 menuntut peran orang tua untuk aktif dalam pembelajaran anak. Peran orang tua dalam membantu anak belajar dari rumah di antaranyamemastikan anak belajar daring dengan aman. Memberi semangat anak untuk belajar secara daring, dan aktif berhubungan dengan guru di sekolah. Orang tua juga harus mengawasi akses yang dilakukan anak terhadap internet, karena tak bisa dipungkiri perkembangan teknologi saat ini selain berdampak positif juga negatif terhadap perkembangan anak. Dalam pembelajaran daring, anak cenderung mudah bosan dan kehilangan semangat belajar.
Berikut ini cara yangdapatdilakukan orangtua selamabelajar dari rumah, rnendampingi anak mengerjakan tugas sekolah, melakukan kegiatan bersama di rumah, menciptakan suasana yang nyaman bagi anak, dan menjalin komunikasiyang lebih intens dengan anak. Kegiatan-kegiatan tersebut selain menyenangkan bagi anak juga akan membuat anak dan orang tua menjadi lebih dekat dan akrab, serta mempermudah komunikasi.
Alhasil, degan kerja keras semua pihak baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam mengatasi dan menanggulangi penyebaran pandemi virus corona dengan menjaga dan mentaati protokol kesehatan Covid-19 segera berlalu sehingga kebijakan pemerintah untuk merealisasikan dan memberlakukan pembelajaran tatap muka pada tahu ajaran baru bulan Juli mendatang bisa terlaksana dengan baik, semoga. (dari berbagai sumber)
