Jakarta, hariandialog.co.id.- / Dialog.- Pengunjung Pengadilan
Negeri Jakarta Selatan yang mau mengikuti jalannya persidangan
dikecewakan. “Mana tuh pelayanan prima. Tulisan di spanduk pelayanan
prima dari pengadilan kepada masyarakat pencari keadilan. Mana
buktinya. Ngak jelas,” kata beberapa orang yang ada di depan ruang
sidang satu (1).
Menurut orang yang kecewa tersebut, pihaknya datang
jauh – jauh dari Pulogadung, Jakarta Timur, ingin melihat wajah
saudaranya yang diadili dalam kasus tindak pidana narkoba. “Kan kalau
ada di tv yang menghadap pengunjung bisa melihat langsung dan lepaslah
rindu kita buat si Adek bungsuku itu,” kata wanita muda dan lagi
cantik itu.
Wanita yang tidak mau menyebutkan namanya itu, adeknya
bungsunya itu ditangkap dan diadili di PN Jakarta Selatan dalam kasus
narkoba. “Jadi dimohonkanlah perhatian pihak pengadilan agar TV yang
besar menghadap luar atau bisa dilihat pengunjung tanpa harus masuk.
Kalau masuk ke ruang sidangpun tidak jelas karena TV yang di dalam
menghadap majelis hakim. Jadi kita masukpun tidak bisa melihat apalagi
sekarang tidak diperbolehkan lebih dari dua orang di dalam ruang
sidang,” ungkapnya.
Mendegar keluhan dari pengunjung pengadilan itu,
wartawan mencoba menelusurinya dan beanr TV yang menghadap ke luar
tepatnya depan pintu masuk, tidak satupun menyala atau hidup. TV mulai
di ruang satu sampai ke ruang 5 tidak satupun yang hidup. Padahal,
terpampang bagus dan masih baru dipasang seluruhnya. Tidak jelas
apakah ada unsur kesengajaan tidak diketahui.
Humas PN Jakarta Selatan yang juga hakim, H. Suharno,
SH,MH, menyebutkan, terkait TV yang menghadap ke luar tidak diketahui.
“Kalau tv yang menghadap majelis hakim hidup. Makanya kami majelis
dapat melihat jelas, terdakwa, jaksa maupun kuasa hukumnya. Kan sidang
virtual, jadi tidak perlu mereka hadir di pengadilan cukup melalui di
TV saja terlihat dengan jelas. Jadi masalah tv yang menghadap ke luar
tidak diketahui,” kata hakim Suharno. (tob).
