Jakarta, hariandialog.co.id
Mengingat kasus covid-19 di Ibu Kota sudah mulai menurun, maka ada penyesuaian kebijakan yang berawal dari PPKM Level 4, menjadi Level 3.
Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan ganjil genap untuk pembatasan mobilitas ketika pengumuman dari pemerintah terkait dengan perpanjangan PPKM level 3 di aglomerasi Jabodetabek.
Pembatasan mobilitas dengan metode ganjil genap di tambah dengan crowd free night dilaksanakan sampai satu minggu ke depan.
Dalam keterangan pers Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yugo mejelaskan, “Untuk pelaksanaan crowd free night yang Minggu lalu sudah kita laksanakan akan dilanjutkan pada Minggu ini khususnya pada saat malam weekend dan malam libur, malam Sabtu dan malam Minggu,” ujarnya kepada awak media di PMJ, Senin (06/09).
Ia menerangkan, ada 2 tahap filterisasi selektif crowd free night, pertama pukul 22.00-24.00 dan kedua pukul 24.00 hingga 04.00. Ada empat kawasan pelaksanaan crowd free night yaitu Jalan Sudirman-Thamrin, Jalan SCBD, Kemang dan Jalan Asia-Afrika, mulai pukul 22.00-24.00 WIB. 632 personel yang kita kerahkan setiap malam libur dan malam weekend. “Kita sebut dengan filterisasi selektif artinya kita memperbolehkan arus lalu lintas melintas.
Namun, kalau ada komunitas-komunitas geng motor atau yang berpotensi menimbulkan kerumunan itu akan kita larang,” ujarnya.
Sedangkan pukul 24.00 sampai pukul 04.00, akan kita filterisasi penuh. Filterisasi ketat yang kita perbolehkan melintas hanyalah darurat, tamu hotel dan orang yang bertempat tinggal atau penghuni yang bertempat tinggal di kawasan itu untuk pelaksanaan crowd free night di empat kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, SCBD, Kemang dan Asia Afrika. “Empat kawasan inilah yang beberapa minggu kemarin yang berpotensi melakukan pelanggaran prokes. Di tempat keramaian di SCBD, Kemang dan sebagainya,” paparnya.
Kemudian Asia Afrika, karena disitu sering digunakan untuk balapan liar. Sedang Sudirman-Thamrin, karena itu memang kawasan yang menjadi ikon pelaksanaan PPKM level 3 di Jakarta.
Pembatasan mobilitas ganjil genap. Mulai besok, kami tidak lagi berjaga di mulut kawasan seperti yang saat ini kita laksanakan, kami hanya memasang anggota di Bundaran Senayan, Semanggi, kemudian di Bundaran Patung Kuda. “Kalau Rasuna Said, kami hanya akan pasang di simpang Mampang dibawah layang, kemudian di samping Imam Bonjol samping KPU,” Ujarnya.
Plang rambu tetap kami pasang, tetapi jika ada yang mencoba melanggar kami akan lakukan penindakan dengan tilang, baik melalui tilang ETLE maupun tilang secara manual. (Riz)
