Demak, hariandialog.co.id.- – Warga mendatangi Pengadilan Negeri (PN)
Demak, Jawa Tengah, untuk memberikan dukungan kepada Kasmito atau Mbah
Minto (74) yang menjalani sidang pleidoi atas tuntutan dua tahun
penjara dari Jaksa.
Warga yang tinggal sedesa dengan Mbah Minto itu juga iuran uang untuk
diberikan kepada Mbah Minto sebagai dukungan moril dan datang
ramai-ramai wujud kebersamaan.
“Ya betul (iuran warga). Ini datang sendiri, pakai iuran sendiri,
gotong royong. (Iuran) Ya untuk makan mbah Minto, dan supaya Mbah
Minto kuat pada saat masa tahanan sekarang ini dan nantinya,” kata
Kepala Desa Pasir, Karyono, usai sidang Mbah Minto, Senin (6-12-2021)
seperti dikutib detik.com.
Pantauan di lokasi, sejumlah warga tersebut berasal dari
Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Demak. “(Terkumpul) Rp 50 juta. Ada yang
ngasih Rp 50 ribu, Rp 100 ribu,” ujar salah seorang warga saat ditanya
terkait jumlah iuran yang terkumpul untuk Mbah Minto
Karyono menambahkan, warga berharap ada keadilan bagi Mbah
Minto. Warga meyakini Mbah Minto membacok pencuri lantaran membela
diri. “Kita memberikan semangat kepada pengacara, kepada hakim, bahwa
Mbah Minto itu memang orang yang benar dan baik, orang yang jujur,
tidak pernah melakukan sesuatu yang salah, apalagi sampai kena proses
hukum,” jelas Karyono.
Karyono melanjutkan, Mbah Minto merupakan orang yang baik
dan tak pernah berurusan dengan hukum sampai usia 74 tahun ini. Apa
yang dilakukan Mbah Minto semata-mata hanya untuk bekerja atau menjaga
kolam warga dari pencuri.
“Mbah Minto adalah orang yang baik, sampai umur 74 tahun
tidak pernah membuat masalah di masyarakat. Dia benar-benar ingin
membela masyarakat, itu kan warga punya kolam tapi kok dicuri,
begitu,” ujar Karyono.
“Selama ini kan tidak ada apa-apa, karena kan ada pencuri
yang main setrum, ya Mbah Minto otomatis membela diri. Memang Mbah
Minto di kolam ya membawa alat seadanya, yang ada di situ ya dibawa.
Jadi tidak ada persiapan sama sekali,” sambungnya.
Selain itu ia menyebut bahwa Mbah Minto menjaga kolam
tersebut sudah lima tahun lebih. “Iya, sebatang kara. Usianya sudah
lanjut tapi masih ditahan. Ini kan kasihan,” tuturnya. (tob)
