Jakarta, hariandialog.co.id.- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta
pelaksanaanpembelajaran tatap muka (PTM) dievaluasi. Evaluasi terutama
dilakukan di tiga provinsi, termasuk DKI Jakarta. “Saya juga minta
adanya evaluasi untuk pembelajaran tatap muka, utamanya di Jawa Barat,
di DKI Jakarta, dan di Banten,” ujar seperti dikutip detik.com.
Jokowi saat memimpin rapat terbatas mengenai PPKM secara
virtual pada Senin kemarin sebagaimana transkrip arahannya diunggah di
situs Setkab, Selasa (1/2/2022).Jokowi meminta ada penanganan berbeda
terkait kasus Omicron ini. Penanganan dilakukan mulai dari edukasi
hingga penyediaan obat-obatan.
“Dalam jangka pendek, kita harus memperkuat bagian di hilir,
sosialisasi, edukasi yang masif untuk masyarakat yang positif tanpa
gejala, untuk melakukan karantina mandiri dengan konsultasi dokter
secara mandiri di puskesmas, di faskes atau melalui telemedisin. Dan
kemudian stok obat-obatan yang ada di apotek-apotek ini betul-betul
harus dikontrol keberadaannya,” ujar Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga meminta transmisi lokal terus
dicegah. Dia kembali mengingatkan mengenai pentingnya protokol
kesehatan. “Di bagian hulu saya minta dilakukan pencegahan transmisi
lokal, terutama di enam provinsi yang menjadi penyumbang kasus aktif
yang terbesar. Betul-betul harus dimonitor dengan ketat, tetapi juga
masyarakat ditenangkan dan tidak usah panik, tapi harus tetap waspada.
Kemudian juga disiplin protokol kesehatan bersama TNI dan Polri,
terutama 3M yang masif dan juga pelacakan kontak erat. Ini seperti
yang sudah kita lakukan,” imbuh Jokowi. (tob).
