Jakarta, hariandialog.co.id.- – Eksekusi Hotel Sultan Blok 15 di
Gelora Bung Karno (GBK) diwarnai kericuhan hingga massa melemparkan
batu dan kayu. Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang
Eko Suhariyanto dan mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zen mengalami
luka.
Saksi mata dari pegawai Pusat Pengelolaan Kompleks Gelanggang Olahraga
Bung Karno (PPK GBK) Bram mengatakan bahwa Wamensesneg Bambang terkena
batu saat kericuhan. Posisi Bambang berada dekat dengan aparat saat
kejadian.
“Iya, tadi Pak Wamensesneg kena batu, luka saat proses eksekusi di
Hotel Sultan. Di situ Pak Bambang lagi berdekatan sama teman-teman
APH, Mas. Tapi pas lagi melihat kondisi, kondisi mau masuk, tiba-tiba
ada batu langsung kena Pak Wamen,” ucap Bram saat ditemui di lokasi,
Kamis (18/6/2026).
Bram menyebutkan luka Bambang berada di kaki kiri. Dia sempat
melihat Bambang diperban karena lukanya. “Tadi sih kurang paham banget
ya berdarah atau bengkak, tapi sih kelihatannya sih kayaknya cukup
parah ya, sampai diperban begitu soalnya. Tadi saya melihat sekilas
kayak sakit, terus karena lagi massa banyak, saya fokus sama yang lain
juga,” ungkap dia.
Sementara Kivlan Zen yang hadir sebagai kuasa hukum pihak
ahli waris berdiri di barisan massa yang menolak eksekusi. Kericuhan
pecah selepas Panitera PN Jakarta Pusat membacakan putusan eksekusi.
Kivlan Zen mengatakan dia terluka ketika berupaya
bernegosiasi dengan polisi. Ia terkena kawat duri pembatas yang
menyebabkan luka di tangannya. “Jadi kan Kapolres di depan, kawat duri
kan kita siapkan ada di sini gitu. Karena ada dorongan-dorongan dari
belakang, saya mau begini langsung kena kawat berduri,” kata Zen.
Zen menyebutkan lukanya tak serius. Ia mengatakan tetes darah
yang tumpah saat aksi merupakan tanda perjuangan. “Enggak, cuma gores
saja, tapi nggak apa-apa. Jadi ada sumbangan darah saya untuk ini,
untuk perjuangan, ada sumbangan darah,” imbuhnya.
Selain itu, sebanyak 29 personel mengalami luka buntut
kericuhan saat eksekusi. Diketahui, proses eksekusi ini melibatkan
3.161 personel gabungan untuk pengamanan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menerangkan
sebanyak 26 polisi di antaranya mengalami luka ringan akibat lemparan
batu dari massa. Sisanya ada dari TNI dan sipil yang mengalami luka.
“Dalam hal ini ada 29 petugas yang terluka,” kata Budi di sela
eksekusi Hotel Sultan di lokasi, Kamis, 18 Juni 2026, tulis dtc.
(rojak-01)
