
Jakarta, hariandialog.co.id – Musyawarah Kota (Muskot) Pengurus Kota Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jakarta Timur yang berlangsung di Tamini Square, Jakarta Timur, Minggu (2/8/2026), menetapkan Anggia Sekartaji sebagai Ketua Pengkot Percasi Jakarta Timur periode 2026–2030.
Seluruh peserta musyawarah yang berasal dari klub-klub anggota Percasi Jakarta Timur memberikan dukungan penuh karena hanya terdapat satu calon yang memenuhi syarat untuk maju sebagai ketua.
Muskot dihadiri oleh perwakilan seluruh klub anggota Pengkot Percasi Jakarta Timur, jajaran KONI Jakarta Timur, Pengurus Provinsi Percasi DKI Jakarta, serta Sudin Pemuda dan Olahraga (Sudinpora) Kota Administrasi Jakarta Timur.
Suasana sidang berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh peserta berharap kepengurusan baru mampu membawa prestasi catur Jakarta Timur semakin meningkat, baik di tingkat DKI Jakarta maupun nasional.
Dalam sambutan perdananya sebagai ketua terpilih, Anggia Sekartaji memaparkan visi untuk membangun organisasi yang solid sekaligus melahirkan atlet-atlet catur berprestasi.
Pengacara muda yang menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.) dan Master of Laws (LL.M.) dari Erasmus School of Law, Belanda, itu menegaskan bahwa pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan sejak usia dini hingga jenjang prestasi.
Selain aktif sebagai advokat, Anggia juga dikenal menangani bidang restrukturisasi bisnis dan kepailitan serta tercatat sebagai anggota Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI).
Ia kemudian memperkenalkan tiga program unggulan yang akan menjadi prioritas kepengurusannya.
Program pertama adalah memperkuat pembinaan usia dini dengan mendorong olahraga catur masuk ke sekolah-sekolah di Jakarta Timur melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, sekolah merupakan tempat persemaian prestasi paling strategis untuk menemukan bibit-bibit pecatur berbakat sejak usia dini.
Program kedua adalah memperbanyak turnamen dan kompetisi di semua kelompok umur. Menurut Anggia, prestasi tidak akan lahir tanpa kompetisi yang rutin dan berkualitas.
(MW/**hs)
