Jakarta, hariandialog.co.id. Aksi unjuk rasa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan di depan pintu Monas Barat Daya, Gambir, Jakarta Pusat.
I. Fakta-Fakta.
Pada hari Minggu tanggal 10 April 2022 Pukul 15.00 Wib, bertempat di depan pintu Monas Barat Daya, Gambir, Jakarta Pusat berlangsung aksi unjuk rasa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan, Kl. 90 orang Korlap Sdr. Bayu Satrio. Adapun yang dapat dilaporkan sebagai berikut :
A. Tuntutan :
Menyikapi kenaikan minyak goreng, menolak masa Jabatan Presiden 3 Periode.
B. Elemen yang tergabung antara lain :1. Univ. Stiami2. UPN Veteran Jakarta3. Univ. Trisakti4. Univ. Esa Unggul5. Univ. Trilogi6. Univ. Indonesia7. Indonesia Banking School8. Univ. Paramadina9. Univ. Pembangunan Jaya
C. Isi spanduk :1. Tolak 3 periode2. Tolak top up periode
D. Orasi yang disampaikan :
1. Hari ini adalah aksi simbolik mimbar keresahan rakyat dari perwakilan kampus, simbol ini adalah simbol perlawanan, keresahan, kekecewaan terhadap pemerintah. Kekuasaan kali ini dikuasai oleh oligarki.2. Pemerintah mengalami kebobrokan dengan adanya penundaan pemilu adanya penambahan masa jabatan Presiden, kami mahasiswa menunggu pernyataan resmi dari pemerintah.3. Oligarki mengalahkan kepentingan rakyat, oligarki mengalahkan demokrasi, kita akan melawan dengan terus tetap bersuara menolak yang mengkhianati demokrasi. Kenaikan harga BBM akan berdampak pada bahan pokok lainya sangat mempengaruhi ekonomi rakyat.4. Hari ini penguasa terus bermimpi untuk melanjutkan kekuasaan mereka tidak tahu bahwa rakyat menjerit, harga minyak tinggi, harga-harga meninggi, kita tetap akan konsisten menolak perpanjangan dan penambahan 3 periode. Kita akan tunggu presiden jokowi secara resmi menolak 3 periode jika tidak kita siap membanjiri Jakarta tanggal 21 April nanti. 5. Ada gagasan dari menteri dari labinet bapak Joko Widodo yang inkonstitusional dengan rencana penundaan Pemilu dan penambahan masa jabatan Presiden, kita harus menghormati demokrasi bahwa kekuasaan suatu negara harus regenerasi, kita menunggu pernyataan dari bapak Presiden yang tidak ambigu tapi tegas menolak penundaan Pemilu dan penambahan maja jabatan.6. Konstitusi kita tidak bisa di kangkangi tapi konstitusi itu harus dilindungi dan melindungi rakyat, kenaikan dan kelangkaan minyak menandakan negara kalah dengan mafia.
E. Pers Rilis : Hasil konferensi pers aliansi mahasiswa indonesia pada tanggal 10 April 2022 Sbb :
Kondisi politik di Indonesia yang semakin hari semakin tidak terkendali dengan munculnya wacana perpanjangan masa jabatan presiden membuat berbagai elemen masyarakat, khususnya mahasiswa, turun menyelenggarakan aksi menyikapi fenomena terscbut. Pada tanggal 1 April 2022, Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) telah menggelar aksi pertama dalam menanggapi penundaan pemilihan umum eksekutif dan Iegislatif (pemilu) dan perpanjangan masa jabatan Presiden. Aksi tersebut dihadiri oleh ratusan massa dan telah menyita perhatian media.
Dalam aksi massa tersebut, AMI menuntut Presiden Jokowi untuk mengeluarkan pernyataan resmi menolak tegas penundaan pemilu dan mendukung Pemilu tahun 2024 mendatang. Akan tetapi, hingga hari ini per tanggal 10 April 2022, Presiden belum memberikan pemyataan penolakan dengan tegas. Pernyataan yang muncul dari berbagai pihak, baik Presiden maupun Menteri, hanya muncul secara implisit dan terkesan ambigu tanpa adanya makna pasti. Salah satunya adalah pernyataan Presiden Jokowi kepada para Menteri untuk tak lagi mendengungkan wacana penundaan Pemilu 2024 ataupun perpanjangan jabatannya. Akan tetap lagi-lagi hal tersebut sejatinya bukanlah pernyataan yang tegas dalam penolakan penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan. Maka dari itu, AMI akan terus kembali melakuk penekanan kepada Presiden Jokowi untuk mengeluarkan pernyataan secara resmi melalui pernyataan resmi kenegaraan terkait penolakan penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan presiden serta menyepakati pelaksanaan pemilu diselenggarakan pada tahun 2024. Terlepas hal itu, AMI akan turut menekan kepada pemerintah mengenai persoalan ekonomi turut memburuk belakangan ini.
Meskipun dalam pergerakan ini anggota AMI banyak mendapatkan ancam tindakan yang melanggar peraturan perundang-undangan seperti peretasan serta tindakan akan tetapi kami tidak akan menyerah dalam memperjuangkan dan menyuarakan penolakan penundaan pemilu. Kami juga akan tetap berjuang sampai sistem perpolitikan Indonesia menjadi lebih baik. Kami berharap api perjuangan yang telah berhembus di banyak daerah di Indonesia dapat terus menyala-nyala hingga menerangi semangat mahasiswa se-Indonesia.
Ke depannya, AMI akan terus melakukan langkah-langkah strategis seperti yang dilaksanakan hari ini pada tanggaf 10 April 2022, yaitu mengadakan aksi simbolik, konferensi pers, dan penyebaran propaganda. Hal ini bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat untuk menolak penundaan pemilu serta mengumumkan agenda AMI selanjutnya. Agenda kedua, pada tanggal 13 April 2022, akan dilakukan Simposium Nasional yang akan membahas kajian serta rumusan permasalahan oleh anggota AMI. Kajian serta rumusan permasalahan ini ke depannya akan menjadi landasan gerak bagi AMI, termasuk mengenai persoalan ekonomi ataupui persoalan lainnya yang memberatkankan rakyat. Berikutnya, pada tanggal 18 April 2022, agenda ketiga AMI akan melakukan Kongres Rakyat. Kongres ini akan dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat sehingga membuka ruang bagi elemen-elemen tersebut untuk menyampaikan keresahan yang riil terjadi di masyarakat serta tuntutannya. Lalu, agenda puncak disiapkan pada . tanggal 21 April 2022 dengan penyelenggaraan aksi massa kembali yang akan melibatkan elemen-elemen masyarakat yang telah bergabung pada Kongres Rakyat.
F. Pukul 15.32 Wib, aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan selesai peserta aksi membubarkan diri menuju IRTI Monas dengan aman dan tertib.
II. Pendapat Pelapor.
1. Aksi unjuk rasa BEM Kerakyatan yang dipimpin Sdr. Bayu Satrio (BEM UI) merupakan acara simbolik yang bertujuan menegaskan kepada Presiden bahwa BEM Kerakyatan tetap konsisten menolak perpanjangan ataupun penambahan massa jabatan presiden.
2. Aksi unjuk rasa BEM Kerakyatan akan terus dilaksanakan sampai adanya pernyataan Presiden Joko Widodo secara resmi menolak perpanjangan ataupun penambahan massa jabatan presiden yang sampai saat ini masih dianggap hanya secara implisit dan terkesan ambigu tanpa adanya makna pasti. Apabila tuntutan tidak dipenuhi BEM kerakyatan akan melaksanakan aksi besar-besaran mahasiswa turun ke jalan pada tanggal 21 April 2022. (rel/tob)
