Poto. Tersangka diapit petugas kejaksaan
Kab. Pekalongan,hariandialod.co.id-Kejari Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, di bawah komando Kajari Abun Hasbulloh pada Rabu (27/4/22) menahan tersangka Moh Yahya Faozi Bin Adnan (58 thn) warga Dusun Kasedi, Kecamatan Kasesi Kab. Pekalongan. Dimana Direktur CV Tani Jaya ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tetkait penyaluran pupuk urea bersubsidi di Kecamatan Kasesi dan Sragi serta Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan pada kurun waktu tahun 2019 hingga tahun 2021.
Menurut Kajari Kabupaten Pekalongan, Abun Hasbulloh kepada Dialog Rabu (27/4/22) bahwa pemerintah melalui Kementerian Pertanian setiap tahunnya mengalokasi pupuk urea bersubsidi bagi para petani dalam rangka mengantisipasi kelangkaan dan mahalnya harga pupuk. Dimana CV Tani Jaya pada tahun 2019 mendapat alokasi pupuk berubsidi sebanyak 11.50 ton, 2020 sebanyak 11.800 ton dan 2021 sebanyak 9.500 ton.
Namun oleh tersangka melalui CV Tani Jaya selaku distributor pupuk bersubsidi menyalurkan pupuk tersebut dengan harga di atas harga eceran tertinggi(HET). Selain itu melakukan penyaluran fiktif atas pupuk urea bersubsidi tersebut pertahunnya sehingga sebanyak 296.55 ton pupuk dimaksud tidak bisa dipertanggungjawabkan penyalurannya. Dan stok pupuk tersebut tidak ada di gudang CV Tani Jaya.
Atas perbuatan tersangka tersebut, dia dijerat Pasal Primair: Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999 sebagaimanah diubah menjadi Undang Undang No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Subsider: Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi Undang Undang No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Masih menurut Abun Hasbulloh, pihaknya masih terus mendalami penyidikan karena tidak menutup adanya tersangka lai. “Penanganan kasus dugaan korupsi dalam penyaluran pupuk urea bersubsidi tersebut sesuai dengan perintah lisan Jaksa Agung yang meminta segenap jajaran kejaksaan agar mengusut terjadinya kelangkaan pupuk,” tugas Kajari Kabupaten Pekalongan. (Het)
