Jakarta, hariandialog.co.id.- – Program ketahanan pangan Kementerian
Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dinilai tidak hanya mendukung
pembinaan warga binaan, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian
target pembangunan nasional. Kontribusi tersebut dapat dilihat dari
keterkaitannya dengan sejumlah indikator dalam Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
“Struktur dari swasembada pangan di dalam RPJMN kita ada
beberapa indikator yang kita tuangkan, indikator yang harus kita capai
sampai dengan akhir tahun 2029, ada indikator indeks ketahanan pangan
sampai dengan indeks kesejahteraan petani yang paling akhir, ini
merupakan indikator pembangunan nasional yang perlu dicapai,” kata
Direktur Pangan dan Pertanian Bapennas, Jarot Indarto, mengawali
pemaparannya dalam FGD Ketahanan Pangan di Kemenimipas yang disiarkan
di YouTube, Selasa, 23 Juni 2026
“Apa kaitannya dengan Bapak/Ibu? Akan sangat baik mengaitkan
apa yang dilaksanakan Imipas untuk memberikan kontribusi ke dalam
indikator nasional itu, bagaimana keterkaitan kuat produksi di lahan
masing-masing, dengan indeks ketahanan pangan misalnya dengan pola
pangan harapan, baik ketersediaan maupun konsumsi dan sebagainya,”
imbuhnya, tulis dtc. (yusa-01)
