Jakarta, hariandialog.co.id.- Dalam suatu organisasi, seorang
pemimpin adalah ibarat nahkoda yang bertanggung jawab melayarkan kapal
agar selamat sampai dermaga tujuan. Sebagai insan dari jajaran korps
TNI Angkatan Laut, tentu Ibu Kolonel Laut (KH/W) Tuty Kiptiani, S.H.,
M.H. lebih faham bagaimana tantangan yang dihadapi seorang nahkoda
dalam mengarungi samudera.
Hempasan ombak dan gelombang, terjangan angin dan badai,
itulah yang dihadapi nahkoda dalam berlayar. Namun ada ungkapan bijak
yang mengatakan: bahwa nahkoda yang tangguh tidak terlahir dari laut
yang tenang, tapi justru terlahir dari terpaan gelombang dan badai
yang dahsyat.
Hal ini diungkapkan Ketua Mahkmah Agung Prof. Dr. H. M.
Syaifuddin, S.H., M.H dalam sambutannya melantik Kepala Pengadilan
Tinggi Militer I Medan Kolonel Laut (KH/W) Tuty Kiptiani, S.H., M.H,
Senin 11/7/2022, bertempat di ruang Kusumaatmadja Lantai 14 gedung
Mahkamah Agung.
Lebih lanjut, Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H
mengatakan seorang pimpinan lembaga peradilan, takkan pernah luput
dari tantangan dan rintangan, namun di bawah komando nahkoda peradilan
yang piawai, yang cermat menata dan menggerakkan roda organsisasi,
sang pemimpin akan mampu membawa lembaga yang dipimpinnya menjadi
Badan Peradilan Yang Agung. Terlebih saat ini, tantangan yang dihadapi
lembaga peradilan akan semakin berat, seiring kemajuan jaman yang
terus bergerak makin cepat, terutama yang berkaitan dengan Teknologi
Informasi, yang mengharuskan kita bertransformasi, mengubah cara-cara
lama dan konvensional, menuju era digital yang efektif berbasis
Teknologi Informasi.
Pada kesempatan ini, Guru Besar Universitas Diponogoro
menambahkan Kemajuan dari sebuah institusi peradilan, akan ditentukan
oleh peran dan inisiatif para pemimpinnya, karena setiap perubahan di
lembaga peradilan akan lahir dari seorang pemimpin yang inspiratif,
inovatif serta mampu menjadi agen perubahan bagi lingkungan di
sekitarnya. ”Seorang Pemimpin haruslah benar-benar mengingat apa yang
pernah diungkapkan oleh John Calvin Maxwell, yaitu bahwa: “pemimpin
adalah orang yang mengetahui jalan, melewati jalan tersebut, dan
menunjukkan jalan itu untuk orang lain.” Pernyataan ini mengandung
pesan, bahwa seorang pemimpin harus tahu apa yang seharusnya
dilakukan, dan tahu bagaimana cara melakukannya, kemudian ia juga
harus mampu mendorong, agar orang lain bisa melakukannya”, ujar Mantan
Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung.
Diakhir sambutannya, Ketua MA mengingatkan bahwa pimpinan
di Pengadilan Tingkat Banding, baik di lingkungan peradilan militer
maupun di lingkungan badan peradilan lainnya, harus peka terhadap
setiap laporan dan pengaduan, atas pelanggaran disiplin maupun
pelanggaran kode etik, yang berpotensi merusak kehormatan dan nama
baik pengadilan. Kita sudah jauh melangkah untuk maju, sehingga jangan
sampai, apa yang telah kita lakukan, dengan segenap jerih payah dan
pengorbanan, dirusak oleh segelintir oknum yang tidak bertanggung
jawab.
Pelantikan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung
Bidang Yudisial, Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial, para
Ketua Kamar Mahkamah Agung, para Pejabat Eselon 1 pada Mahkamah Agung,
dan undangan lainnya. Acara pelantikan ini diselenggarakan dengan
menerapkan protokol kesehatan. (Humas/tob)
