Jakarta, hariandialog.co.id.- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil
menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) mencapai Rp 20,64 triliun kepada
192.657 debitur. Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha
menyatakan, angka tersebut meningkat 4,88% dibandingkan penyaluran KUR
per Juni 2021 sebesar Rp 19,68 triliun.
Ia menuturkan KUR Bank Mandiripaling banyak disalurkan ke
sektor produksi yang mencapai Rp 12,29 triliun atau sebesar 59,54%
dari total penyaluran KUR di paruh pertama 2022. Rinciannya,
penyaluran KUR dilakukan ke sektor pertanian sebesar 29,43% atau Rp
6,07 triliun.
Lalu, sektor perikanan 1,97% atau senilai Rp 406,8
miliar, sektor industri pengolahan 8,23% atau sebanyak Rp 1,70
triliun. Ada juga, sektor pertambangan 0,03% senilai Rp 5,25 miliar
dan sektor jasa produksi menyumbang 19,88% atau mencapai Rp 4,10
triliun. “Target penyaluran KUR Bank Mandiri tahun 2022 sebesar Rp 40
Triliun. Untuk mendorong penyaluran KUR di Bank Mandiri beberapa
strategi,” ujarnya kepada Kontan.co.id pada Selasa (2/8).
Pertama, bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang
merupakan nasabah/debitur di segmen wholesale Bank Mandiri. Baik yang
bergerak di sektor produksi seperti pertanian, perikanan, dan industri
pengolahan dalam hal off-taker dan rekomendasi penyaluran KUR atas
mitra-mitranya, maupun di sektor non produksi.
Kedua, Bank Mandiri akan masuk ke sektor-sektor yang
selama ini belum tergarap secara optimal antara lain di sektor
pariwisata.
Ketiga, memperluas skema-skema produk di sektor
produksi untuk komoditas tertentu di sektor pertanian yang
menyesuaikan dengan kebutuhan masa tanam di mana pokok dan bunga
dibayarkan pada saat panen.
Strategi lain yang dilakukan Bank Mandiri dalam
mendorong percepatan penyaluran KUR adalah dengan memanfaatkan
platform digital Mandiri Pintar. Mandiri Pintar (Pinjaman Tanpa Ribet)
adalah sebuah aplikasi kredit berbasis smartphone (Android), merupakan
terobosan Bank Mandiri dalam hal digitalisasi pengajuan kredit mikro
produktif sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada
nasabahnya sekaligus menggairahkan bisnis segmen UMKM. (diah).
