Jakarta, hariandialog.co.id.- Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina
Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan
tagline ‘Keuda Digital’ membuat terobosan yang andal di bidang
pengelolaan keuangan daerah.
Hal ini dibuktikan dengan lahirnya 17 inovasi yang diinisasi
Ditjen Bina Keuda Kemendagri. Langkah ini untuk meningkatkan pelayanan
dan kinerja pengelolaan keuangan daerah.
Selain itu, Ditjen Bina Keuda juga mendukung penerapan
kota cerdas di Indonesia. Ini ditunjukkan melalui keterlibatan Ditjen
Bina Keuda Kemendagri dalam acara Integrated Technology Event (ITE)
2022 yang berlangsung baru-baru ini di Jakarta Convention Center (JCC)
Senayan, Jakarta. “Event ini penting dilaksanakan untuk mewujudkan
sinergi melalui kolaborasi para pemangku kepentingan, baik pemerintah
pusat, pemerintah daerah, praktisi teknologi, dunia usaha, akademisi,
dan masyarakat,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuda Kemendagri
Agus Fatoni dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/10/2022) seperti
ditulis investor.
Fatoni menegaskan, Ditjen Bina Keuda Kemendagri terus
mengembangkan, memperbaiki, menciptakan inovasi pelayanan dan
manajemen organisasi, serta tata kelola keuangan daerah. “Inovasi dan
digitalisasi pelayanan digunakan untuk mengelola keuangan yang
meliputi tahapan perencanaan hingga pertanggungjawaban anggaran,” kata
dia.
Adapun inovasi pelayanan digital yang telah dikembangkan
meliputi sistem informasi pemerintah daerah atau SIPD pengelolaan
keuangan daerah, kemudian e-BUMD, e-BLUD, e-BMD, SIMANDA.
Kemudian ada SISPENSI PDRB yang meliputi evaluasi Ranperda pajak dan
retribusi daerah, e-konsultasi, e-pengaduan, e-sertifikat, e-office.
Adapula program unggulan yang setiap minggu dilaksanakan, yaitu
Webinar Keuda Update.
Di lain sisi, Fatoni menjelaskan, untuk menumbuhkan budaya
inovatif dan kreatif di daerah, Kemendagri juga memberikan penghargaan
kepada Pemda yang memiliki kinerja terbaik dalam merealisasikan
pendapatan, belanja, dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Upaya ini dilakukan untuk mendorong peningkatan inovasi daerah dan
membudayakan budaya kerja inovatif dan kreatif di lingkungan
pemerintahan daerah,” tutupnya. (pitta)
