Jakarta, hariandialog.co.id.- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
konsisten mengikis keterbatasan akses layanan keuangan, salah satunya
melalui AgenBRILink. Layanan branchless banking ini menjadi andalan
masyarakat untuk bertransaksi.
Dapat dilihat dari volume transaksi AgenBRILink pada periode
Januari-Agustus 2022 yang telah mencapai Rp855 triliun.
Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, AgenBRILink menjadi
wujud nyata inisiatif BRI dalam menghadirkan layanan yang dekat dengan
masyarakat. “Kehadiran AgenBRILink selaras dengan isu prioritas
Presidensi G20 untuk mempercepat peningkatan inklusi keuangan. Upaya
BRI ditunjukkan salah satunya melalui layanan keuangan di
daerah-daerah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal),” jelas Sunarso
dalam keterangan tertulis pada Minggu (16/10) seperti ditulis kontan
AgenBRILink telah membantu masyarakat untuk memproses 709
juta transaksi atau meningkat 106% year on year (YoY) pada periode
Januari-Agustus 2022. Di sisi lain, AgenBRILink juga memberikan
lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Sharing
economy atau fee yang diterima AgenBRILink di seluruh Indonesia pada
periode Januari-Agustus 2022 diestimasikan mencapai Rp1,8 triliun
hingga Rp 2,7 triliun.
Agen Laku Pandai milik BRI ini juga menjadi salah satu
sumber pertumbuhan bisnis BRI yang menunjukan kinerja impresif. BRI
berhasil mengumpulkan dana murah (CASA) lewat AgenBRILink sebesar Rp
18,95 triliun hingga Agustus 2022 atau tumbuh 112% YoY.Lebih lanjut,
Sunarso menyebut bahwa perseroan telah menyiapkan strategi dalam
menumbuhkembangkan kinerja AgenBRILink ke depan.
Hal tersebut tertuang dalam strategi BRILink 2.0 dengan
peningkatan fokus pada aspek produktivitas melalui pemberdayaan
komunitas agen, mendorong agen tidak hanya sebagai toko semata tetapi
juga logistik dan remitansi, serta menjadikan AgenBRILink sebagai
pendukung integrasi Ultra Mikro serta mendorong cross selling produk.
Hal ini sejalan dengan akses layanan keuangan yang mudah menjadi salah
satu isu prioritas dalam Trade Investment & Industry Working Group
(TIIWG) Road to G20: SOE International (diah).
