Jakarta, hariandialog.co.id.- Anggota DPRD Bekasi Fraksi PKS, Uryan
Riana, mengatakan bahwa masyarakat miskin terbebani untuk membeli set
top box (STB). “Ini membuat susah masyarakat miskin, terbebani di mana
harus mengeluarkan uang mulai dari Rp150 ribu untuk membeli STB,” kata
Uryan, dalam postingan di TikTok, dikutip Sabtu (12-11-2022).
Uryan mengatakan, beban tersebut tidak lain karena ada
sebuah kebijakan dari pemerintah, yakni Kementerian Komunikasi dan
Informatika, yang menyuntik mati siaran televisi (TV) analog.
Lewat unggahan di TikTok-nya, dia mengisyaratkan bahwa STB murah bisa
menjadi solusi untuk penerapan siaran tv digital. Sebelumnya, Kominfo
mengatakan, penghentian siaran TV Analog merupakan amanat
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Dalam keterangan resminya, Kominfo menyampaikan bahwa ada
bantuan STB yang berasal dari Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) untuk
Rumah Tangga Miskin Ekstrem (RTM). “Bantuan STB hanya untuk RTM yang
nama dan alamatnya tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial
(DTKS) Kementerian Sosial,” ujar Kominfo.
Kemudian, Kominfo mengaku bahwa penerapan Analog Switch Off
(ASO) di Jabodetabek terselenggara setelah hampir 100 persen RTM
menerima bantuan STB dari komitmen LPS. (rbuian)
