
KBB, hariandialog.co.id – Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan melantik 451 Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Bandung Barat di halaman SMPN 2 Padalarang, Kamis (7/12/22).
Jumlah Kepala Sekolah yang promosi untuk Sekolah Dasar (SD) sebanyak 175 orang, dan SMP 28 orang. Sedangkan yang rotasi Kepala SD 220 orang dan Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) 29 orang.
Hengky Kurniawan berharap agar para Kepala Sekolah, bisa berinovasi untuk kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Bandung Barat , Mereka juga diminta bisa menggantikan peran orang Tua peserta didik, ketika berada di lingkungan Sekolah.
“Berikan kasih sayang seperti anak sendiri. Jangan sampai ada tindakan kekerasan, Bullying atau pelecehan di Sekolah serta (tindakan/perbuatan) Negatif lainnya,” kata Hengky, usai melantik para kepsek tersebut.
Munculnya berbagai kasus yang menimpa anak didik belakangan ini, sambung Hengky, tidak terlepas dari tanggung jawab Kepala Sekolah juga Kepala Sekolah, harus bisa meminimalisir persoalan yang ada di sekolah dengan menciptakan kondisi lingkungan yang Positif.
Ia tidak berharap, diKabuaten Bandung Barat’ KBB ‘terjadi persoalan-persoalan negatif yang menimpa Anak akibat lengah pengawasan pihak Sekolah.
“Jangan sampai ada kasus yang sering kita dengar di Telivisi ‘TV ‘atau Media Sosial, yang menimpa terhadafanak. Dan kalau sudah terjadi, itu tugas semua pihak, termasuk pemerintah dan Kepala sekolah juga,” tegasnya .
Lebih lanjut, ia juga berpesan agar Kepala Sekolah mampu menciptakan suasana yang nyaman. Baik di lingkungan guru, maupun di lingkungan anak didik.
Saya berharap, para kepsek ini bisa menanamkan budaya kompetitif bagi para siswa dan para gurunya,” tegas Hengky.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, Asep Dendih didampingi Kepala Bidang SD, Dadang A. Sapardan mengatakan, hingga kini ada 28 Calon Kepala Sekolah Tingkat SD yang masih daftar tunggu.
Diperkirakan, mereka bakal menempati jabatan Kepsek pada tahun 2023, untuk mengisi kekosongan jabatan yang kosong.
“Yang kita persiapkan itu (Calon Kepsek) untuk dua tahun ke depan. Jadi yang sekarang belum (dilantik) masuk dalam waitinglist,” jelasnya. Mereka yang masuk dalam daftar tunggu sambungnya, tetap bertugas sebagai guru dengan usia relatif masih muda.Jadi, masih ada kesempatan untuk menjadi Kepala Sekolah, tidak keburu masuk masa pensiun, ujarnya. (Nangon)
