Kudus, hariandialog.co.id.- Para petani di Kecamatan Jekulo Kabupaten
Kudus mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Akibatnya
sejumlah tanaman petani mati.
Kesulitan pupuk tersebut dicurahkan oleh Lasiran satu
diantara petani di Desa Sadang Kecamatan Jekulo Kudus. Padi yang
ditanami olehnya busuk akibat telat memberikan pupuk. “Sudah mulai
kesulitan hama ular, tanaman pada sakit. Karena telat rabuknya atau
ngasih pupuknya. Pupuknya dapat sulit, tanamannya pada rusak yang ini
(padi) pada busuk,” ucapnya, Selasa (14-11-2023).
Kalau saat pupuk sulit, dirinya tidak bisa melakukan
pemupukan pada tanamannya. Dia mengatakan meski memiliki kartu tani,
namun saat ini masih belum bisa mengambil pupuk. “Saya tidak tahu
kenapanya katanya nanti nunggu Januari tahun depan, kuota saya juga
habis kalau data di kartu taninya,” tambahnya.
Sementara itu, Sukron, Distributor Pupuk Bersubsidi
mengatakan bahwa memang ada pengurangan jatah untuk para petani di
tahun ini. “Sebenarnya langka itu tidak, tetapi jatah untuk para
petani itu berkurang. Ada juga petani yang datang mengeluh karena
kekurangan pupuk subsidi,” katanya tulis tribune.
Untuk persediaan stok pupuk subsidi di tempatnya tergolong
aman, dia mengatakan bagi para petani yang belum memiliki kartu untuk
segera mendaftarkan kartu tani. “Untuk dapat pupuk subsidi harus
pakai kartu tani, tiap tahun kuota kartu tani selalu ditambah,”
katanya. (mahar)
