
Medan, harian dialog.co.id I Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) setelah menjadi binaan Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatera Utara, banyak meraih keuntungan. Sehingga produk Adah Mode makin banyak diminati. Fadila salah satu pemilik Toko “Dila by Adah Mode” telah merasakan manfaatnya. Ucapnya sabtu (6/7/2024) di Medan
Sementara pengerajin lainnya Sri Dewi Yana memproduksi tas kraft berbahan Wastra. Membuat tas sendiri dari kain goni, tenun songket, ulos dan bahan Wastra lainnya, dari tas berbahan goni ini, paling banyak peminatnya karena unik, seperti yang datang dari Samosir, Simalungun atau di tujuh kabupaten di Sumut yang berdekatan dengan Danau Toba,” kata Sri.
Dan mengenai Desain kata Sri dibuatnya sendiri, termasuk juga menjahit sendiri secara detail tas semua itu berkat mendapatkan Binaan dari Bank Indonesia, Sri mengaku omsetnya meningkat.
BI memberikan ilmu tentang penjualan di media sosial. Juga ilmu tentang modifikasi pencampuran warna dengan produk lainnya.
Sebelum dibina BI omsetnya hanya Rp.50-an juta per bulan. Kini setelah menjadi Binaan Bank Iindonesia Omsetnya atau penjualaannya lebih Rp.100 jutaan per bulan. Ketika itu Sri sendiri yang mengerjakan, Sri kini memakai tiga orang perajin karena kewalahan untuk memenuhi permintaan pasar.
“Bank Indonesia juga memasukkan produk kami ke Medsos di Jakarta sehingga kami makin terkenal. Dengan begitu tentu kami lebih meningkatkan kualitas produk kami buat bisa masuk pasar luar negeri,” pungkasnya.
Sri juga membuka galeri menjual produk wastranya di Jalan Pelajar nomor 52 Medan, dan operasional menjahitnya sendiri di daerah Tembung. (silalahi)
