Kupang, hariandialog.co.id.- Desakan reformasi di tubuh Polri
semakin menguat. Aliansi Warga NKRI menuntut langkah tegas dan nyata
dari pemerintah untuk melakukan perombakan total dalam institusi
Polri. Kasus pemecatan Ipda Rudy Soik, seorang perwira polisi yang
pernah menjabat sebagai KBO Satreskrim Polresta Kupang, menjadi titik
api baru yang menyorot dugaan korupsi dan penyelewengan kewenangan
dalam tubuh Polri.
Ipda Rudy Soik, yang dikenal karena membongkar praktik penyelewengan
BBM bersubsidi di wilayah NTT, justru dipecat dengan alasan yang
mengundang tanda tanya besar. Kasusnya semakin rumit ketika pemasangan
police line yang telah disetujui oleh Kapolres Kota Kupang malah
dikriminalisasi oleh Polda NTT. Tak hanya itu, tim reserse yang
terlibat dalam pengusutan kasus BBM bersubsidi juga dipindah secara
misterius dari Polresta Kupang.
Masyarakat sipil semakin gerah melihat kelambanan pemerintah dan DPR
dalam melakukan pembenahan di tubuh Polri, yang dinilai semakin sarat
dengan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Setelah kasus Ferdy Sambo
mencuat, kepercayaan publik terhadap Polri anjlok. Alih-alih melakukan
perbaikan menyeluruh, justru muncul berbagai kasus serupa di tingkat
Polda dan Polres.
Mafia BBM dan Dugaan Perlindungan Oknum Polisi
Aliansi Warga NKRI menyoroti indikasi kuat adanya keterlibatan aparat
dalam jaringan mafia BBM bersubsidi. Pemecatan Ipda Rudy Soik disebut
sebagai bukti kuat adanya mafia yang berusaha melindungi keuntungan
haram mereka, dengan dugaan perlindungan dari oknum aparat keamanan.
Presiden dan DPR didesak untuk segera melakukan reformasi menyeluruh,
demi membersihkan Polri dari praktik korupsi yang semakin mengakar.
Selain itu, kelangkaan BBM bersubsidi yang berdampak pada kehidupan
nelayan dan masyarakat perbatasan, seperti di Kabupaten TTU, Belu,
Malaka, Sabu Raijua, hingga Sumba Barat, membutuhkan perhatian khusus
dari pemerintah pusat.
Tuntutan Aliansi Warga NKRI:
1. Reformasi Total Polri: Mendesak presiden terpilih, DPR, dan
Kompolnas untuk serius mereformasi Polri dan memberantas korupsi di
segala tingkatan.
2. Pengusutan Kasus BBM Bersubsidi: Kelangkaan BBM bersubsidi di NTT,
yang berdampak langsung terhadap nelayan harus segera ditindak. Kasus
yang melibatkan Polda NTT perlu diambilalih oleh lembaga yang lebih
berintegritas.
3. Perhatian Nasional: Kasus BBM bersubsidi di NTT bukan hanya masalah
oknum, tetapi sudah melibatkan struktur dan lembaga. Presiden dan
kepala negara terpilih diminta turun tangan.
4. Pemulihan Martabat Polri di NTT: Polda dan Polres NTT perlu
dibersihkan dari oknum-oknum yang terlibat dalam mafia BBM, agar
kembali memperoleh martabat sebagai penegak hukum.
5. Pembatalan Pemecatan Ipda Rudy Soik: Aliansi mendesak Polda NTT
untuk membatalkan keputusan sidang kode etik yang memberhentikan Ipda
Rudy Soik secara tidak hormat, dan segera mengembalikan posisinya di
kepolisian.
Kasus ini hanya puncak dari gunung es yang menunjukkan bagaimana
lemahnya sistem penegakan hukum di Indonesia. Aliansi Warga NKRI siap
mengumpulkan bukti-bukti dari seluruh Indonesia untuk diserahkan
kepada Panitia Reformasi Polri yang dibentuk oleh Presiden terpilih.
Aliansi ini terdiri atas Veronika Ata dari YKBH Justitia NTT,
Sr.Laurentina PI (JPIC), Pdt.Emmy Sahertian (Yayasan Hanaf), Victor
Manbait SH (Lakmas Cendana Wangi). Torry Kuswardono (Yayasan PIKUL),
Dominggus Elcid Li (IRGSC), Ridaya Laode Ngkowe-Jakarta, Cak
Jimuha-Jakarta, Wahyu Susilo-Migrant Care.
Selain itu, KKPPMP Keuskupan Pangkalpinang, Jaringan Safe Migrant Kota
Batam, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus-Batam, Muhamad Iqbal
Arsyad-Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat (LAPAR)-Makasar
Sulawesi Selatan, Affan Ramli-Perkumpulan Prodeelat-Banda Aceh.
Bento-LSF Lyceum Kupang, Santos-BEM PBSI UMK, Joko Tafuli-BEM PBSI
UMK, Julia Novrita-Jakarta serta Wilson Lalengke, Ketua Umum Persatuan
Pewarta Warga Indonesia dan Presiden PERMATA (Persaudaraan Mantan
Tahanan). Ada pula PADMA Indonesia (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan
dan Perdamaian Indonesia) dan KOMPAK Indonesia (Koalisi Masyarakat
Pemberantasan Korupsi Indonesia), tulis tempo. (bing-01)
