Jakarta, hariandialog.co.id.– Petugas Penerangan Jalan Umum
(PJU) untuk wilayah Jakarta Selatan tepatnya di seputaran Jalan Siaga
I, kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terlambat
terus dinyalakannya.
“Kitakan pada saat bayar listrik dikenakan juga biaya
penerangan jalan umum alias PJU, kok lamban dinyalakannya. Coba setiap
hari baru menyala pukul 18.15 baru menyala menerangi jalanan umum.
Jadi sangat mengerikan karena gelap gulita,” jelas Mahardika kepada
Dialog.
Menurut Mahardika warga Rt 002 Rw 003 Kelurahan Pejaten
Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, bahwa lambat menyala lampu
penerangan jalanan sudah lama berjalan. Awalnya, dihidupkan puluk
18.00 tepat, lama-lama mundur hingga sekarang ini baru hidup alias
menyala pada pukul 18.15,” jelas Mahardika.
Padahal, jam jam seperti itu, gelap dan rawan kejahatan.
“Kita merasa was-was karena keterlambatan menyalahan lampu jalanan.
Bukan hanya jalanan yang gelap tapi takut ada aksi kejahatan. Coba ada
saja penerangan alias terang ada saja penjahat yang beraksi. Kalau
gelap mereka lebih enak beraksi dan buktinya tidak sedikit warga yang
kehilangan kendaraan menjelang atau sesudah magrib. Kan maling atau
pencuri tersebut mengintai kendaraan pada saat saat menjelang malam,”
terangnya.
Untuk itu, atas nama warga Jalan Siaga, Pejaten
meminta agar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperhatikan
penerangan jalan agar dihidupkan atau dinyalakan tepat pukul 18.00.
“Sebelum terjadi tindak pidana alangkah baik diantisipasi dengan
penerangan yang menyadari jalanan maupun lingkungan rumah warga,”
pinta Mahardika yang mengaku pegawai di perusahaan ITE dan pulang
sekitar pukul 18.00 dan selalu mendapati lampu penerangan jalan yang
ada tepat di depan rumahnya belum menyala. (horas-01)
