Jakarta, hariandialog.co.id. – Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua
Umum Koordinator Bidang Politik dan Keamanan KADIN Indonesia Bambang
Soesatyo (Bamsoet) menegaskan di tengah ketidakpastian ekonomi global
dan gejolak geopolitik yang terus bereskalasi, stabilitas politik di
dalam negeri menjadi penentu utama bagi terjaganya kepercayaan
investor terhadap Indonesia.
Data terbaru menunjukkan bahwa selama kuartal pertama 2025,
Indonesia mengalami arus keluar investasi asing senilai Rp 28,6
triliun dari pasar modal, bersamaan dengan menguatnya kekhawatiran
terhadap ketidakpastian ekonomi global.
Situasi tersebut tercermin dari pelemahan tajam IHSG pada 19
Maret 2025, yang terkoreksi lebih dari 7 persen dalam sehari dan
memicu penghentian sementara perdagangan di Bursa Efek Indonesia.
Pelemahan ini tidak semata mencerminkan dinamika pasar biasa, tetapi
merupakan reaksi mendalam atas ketidakpastian kebijakan dan ketegangan
politik di tingkat global.
Hal itu diungkapkan oleh Bamsoet saat memimpin Rapat Pleno
Koordinator Bidang Politik dan Keamanan KADIN Indonesia di Kantor
KADIN Indonesia Jakarta, Senin, 16 Juni 2025.
Hadir antara lain Wakil Ketua Umum Bidang Pertahanan Andi
Rachmat, Wakil Ketua Umum Bidang Keamanan Joverly Sylvanny Vinod dan
Wakil Ketua Umum Bidang Ketahanan Nasional dan Mitigasi Resiko
Reginald FM Engelen serta para Ketua Kompartemen Bidang Politik,
Penegakan Hukum, Hubungan antar Lembaga, Kebijakan Publik dan
Perlindungan Data Pribadi.
“Stabilitas politik dan kepastian hukum adalah syarat utama
dalam membangun iklim usaha dan investasi yang sehat di Indonesia.
Ketidakstabilan dapat memicu ketidakpastian yang merugikan, sedangkan
stabilitas menawarkan kepastian yang diperlukan bagi investor untuk
menjalankan usahanya. Dengan menciptakan lingkungan politik yang lebih
inklusif dan transparan, Indonesia dapat memaksimalkan potensi iklim
investasinya, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” ujar
Bamsoet dalam keterangannya, Selasa, 17 Juni 2025. tulis dtc.
(bira-01).
