Jakarta, hariandialog.co.id.- Kiran Tomlinson, peneliti senior
Microsoft, mengatakan bahwa penelitian ini bertujuan menyoroti bahwa
teknologi AI dapat mengubah cara kerja, bukan mengambil atau
menggantikan pekerjaan.
“Penelitian kami menunjukkan bahwa AI mendukung banyak
tugas, terutama yang melibatkan penelitian, penulisan, dan komunikasi,
tetapi tidak menunjukkan bahwa AI dapat sepenuhnya melakukan satu
pekerjaan.
Seiring dengan percepatan adopsi AI, penting bagi kita untuk
terus mempelajari dan lebih memahami dampak sosial dan ekonominya,”
ujar Tomlinson.
Berikut daftar 40 pekerjaan yang paling terdampak oleh AI versi Microsoft:
1. Penerjemah dan juru bahasa
2. Sejarawan
3. Pramugari dan petugas transportasi penumpang
4. Tenaga penjualan jasa
5. Penulis dan pengarang
6. Customer services
7. Pemrogram alat CNC
8. Operator telepon
9. Agen tiket dan petugas perjalanan
10. Penyiar dan DJ radio
11. Pegawai pialang saham
12. Edukator manajemen rumah tangga dan pertanian
13. Telemarketer
14. Pramutamu
15. Ilmuwan politik
16. Analis berita, reporter, jurnalis
17. Ahli matematika
18. Penulis teknis
19. Korektor dan pemeriksa naskah
20. Host dan hostess
21. Editor
22. Dosen bisnis
23. Spesialis humas
24. Promotor produk
25. Agen iklan
26. Petugas pembuka rekening
27. Asisten statistik
28. Kasir
29. Ilmuwan data
30. Penasihat keuangan pribadi
31. Pengelola arsip
32. Dosen ekonomi
33. Web developer
34. Analis manajemen
35. Geografer
36. Model
37. Analis riset pasar
38. Operator telekomunikasi keamanan publik
39. Operator sentral telepon
40. Dosen ilmu perpustakaan, tulis dtc. (pitta-01)
