Jakarta, hariandialog.co.id.- Presiden Prabowo Subianto dalam pidato
kenegaraan pertamanya pada Jumat (15/8) menegaskan akan memberantas
praktik bisnis eksploitatif yang disebutnya “serakahnomics”.
Berbicara di Gedung DPR, Senayan, Prabowo mengatakan
pemerintahnya tidak akan menoleransi perusahaan yang melakukan
monopoli, memanipulasi harga, menimbun barang bersubsidi untuk dijual
kembali demi keuntungan, atau sengaja menciptakan kelangkaan guna
mempermainkan harga pasar. “Kami pastikan rakyat Indonesia tidak akan
menjadi korban ‘serakahnomics’, korban mereka-mereka yang mengejar
keuntungan sebesar-besarnya, menipu dan mengorbankan rakyat Indonesia,
dan membawa kekayaan itu keluar dari Indonesia. Ini harus kita
hentikan,” kata Prabowo.
“Pemerintah yang saya pimpin tidak akan ragu-ragu membela kepentingan
rakyat Indonesia.”
Memberantas praktik “serakahnomics” menjadi salah satu alasan Prabowo
membentuk lebih dari 80.000 Koperasi Desa Merah Putih di seluruh
Indonesia, agar barang bersubsidi tidak dikuasai para tengkulak
melainkan langsung memberi manfaat kepada petani.
Istilah “serakahnomics” pertama kali diperkenalkan Prabowo pada
peluncuran Kopdes Merah Putih, 21 Juli lalu di Klaten, Jawa Tengah.
Mengutip situs kepresidenan RI, “serakahnomics” adalah pola ekonomi
yang terlalu mengutamakan keuntungan tanpa mempertimbangkan
kepentingan sosial. Menurut Prabowo model ekonomi seperti ini tidak
sejalan dengan semangat keadilan dan kesejahteraan yang diamanatkan
dalam konstitusi.
Itulah sebabnya, melalui Kopdes dia ingin memberantas praktis tersebut
dengan memastikan petani mendapatkan harga terbaik untuk produk-produk
yang mereka hasilkan.
“Kami memotong birokrasi penyaluran pupuk. Kita salurkan pupuk
langsung dari pabrik ke petani-petani. Dan memberi bantuan alat
pertanian kepada para petani kita,” kata Prabowo dalam pidatonya di
DPR.
“Saya perhatikan di mana-mana para petani tersenyum karena harga gabah
stabil dan penghasilan mereka meningkat.”
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan tahunan di
Gedung DPR, 15 Agustus 2025. (Foto: Reuters/Ajeng Dinar Ulfiana/Pool)
Prabowo juga berjanji akan memberantas korupsi, yang menurutnya marak
di setiap tingkat birokrasi.
Ia mengatakan pemerintah telah menghemat sekitar Rp300 triliun dengan
memangkas pengeluaran “yang rawan diselewengkan”, termasuk perjalanan
dinas luar negeri yang tidak perlu, rapat berlebihan, dan pengeluaran
non-esensial lainnya. “Kami juga tidak segan-segan membongkar
kasus-kasus korupsi besar,” kata Prabowo.
Prabowo juga berjanji akan menindak tegas penambangan ilegal yang
menurutnya merugikan negara triliunan rupiah, serta penyelundupan
barang yang mengancam produsen dalam negeri.
Ia juga berkomitmen menindak tegas terhadap pejabat yang melindungi
atau membiarkan operasi tersebut berlangsung.
Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Center for Economic and Legal
Studies (CELIOS), kepada CNA mengaku sepakat bahwa aktivitas ilegal
dan praktik tidak etis yang digambarkan Prabowo sebagai
“serakahnomics” telah merugikan Indonesia triliunan rupiah.
Namun, Bhima mengatakan bahwa memberantasnya akan membutuhkan upaya
bertahun-tahun.
Advertisement
Sementara itu, Kunto Adi Wibowo, pakar politik dari Universitas
Padjadjaran, menyoroti cara Prabowo berbicara tentang “serakahnomics”
dan korupsi.
“Singkatnya, pidato Prabowo seakan mengatakan bahwa jika ekonomi tidak
berjalan baik, jika rakyat menderita, maka itu salah para pelaku usaha
yang tidak punya hati nurani dan pejabat korup, bukan akibat salah
langkah dan salah urus pemerintah,” ujarnya kepada CNA.
“Prabowo harus membuktikan bahwa dia memang serius memberantas
praktik-praktik ini. Jika tidak, dia hanya memindahkan kesalahan atas
masalah ekonomi yang menimpa rakyat.”
MENUNJUKKAN PENCAPAIAN
Salah satu poin utama pidato Prabowo adalah kesuksesan program Makan
Bergizi Gratis (MBG), yang ia sebut sebagai pilar dalam upaya
mengentaskan kemiskinan dan “menciptakan generasi yang sehat, cerdas,
dan produktif.”
Diluncurkan pada Januari, MBG kini telah menjangkau lebih dari 82 juta
anak sekolah dan ibu hamil, kata Prabowo. Ia juga memuji kecepatan
pelaksanaannya, yang menurutnya bisa dicapai dalam tujuh bulan,
sementara negara lain butuh waktu bertahun-tahun.
Dalam pidato yang berlangsung lebih dari satu jam itu, Prabowo juga
menyoroti upaya pemerintah menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis
bagi jutaan warga Indonesia serta sekolah berasrama gratis bagi
anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah.
Presiden mengaitkan upaya-upaya ini dengan visi jangka panjang
“Indonesia Emas 2045”, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi
berkelanjutan dan peningkatan indikator pembangunan manusia.
Namun, sejumlah pakar mengemukakan kekhawatiran mengenai besarnya
anggaran program-program tersebut serta dampaknya terhadap
perekonomian Indonesia.
Pada 1 Juli, Kementerian Keuangan memperkirakan seluruh program
tersebut akan menyebabkan defisit pemerintah sekitar Rp662 triliun,
atau 2,7 persen dari produk domestik bruto pada akhir 2025.
Presiden meyakini pemerintahannya dapat mengatasi defisit tersebut
dengan meningkatkan penerimaan negara serta memberantas korupsi dan
pemborosan anggaran.
Salah satu caranya adalah melalui Lembaga Pengelola Investasi baru,
Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang akan mengerahkan hingga
US$900 miliar aset negara untuk investasi.
Ia juga menyinggung berbagai peluang ekonomi yang tercipta lewat
sejumlah hubungan diplomatik yang dijalin tahun ini, seperti rencana
perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni
Eropa yang kini memasuki tahap finalisasi, tulis can (bing-01) .
