Jakarta, hariandialog.co.id.- Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P)
Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Octaviani mengatakanCovid-19 varian JN
1 sudah ada sejak awal November 2023. Varian itu sedang bersirkulasi
di dunia, termasuk di Jakarta.
Per Kamis, 21 Desember 2023 jumlahnya sudah ada 38
pasien. “Kondisi pasien Covid JN 1 juga mayoritas gejala ringan,” kata
dia dihubungi TEMPO pada Sabtu, 23 Desember 2023.
Dwi menjelaskan dalam dunia kesehatan ada istilah yang
dinamakan Covid tongue, yaitu gejala yang ditunjukan dengan permukaan
lidahberwarna lebih putih yang tidak merata dibandingkan biasanya
“Tapi ini tidak khas dan tidak perlu jadi patokan untuk menduga
diagnosis Covid atau bukan, atau Covid pada subvarian JN 1 atau
bukan,” kata dia.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menginformasikan adanya
penemuan kasus penularan virus Covid-19 varian JN 1 di wilayah
Provinsi DKI Jakarta. Ada juga di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengatakan kasus itu
ditemukan di Jakarta Selatan pada pada 11 November 2023, Jakarta Timur
pada 23 November 2023, dan Batam pada 13 Desember 2023.
Namun, Dwi berujar, yang lebih penting adalah masyarakat
segera memeriksakan diri jika memiliki keluhan seperti flu atau batuk.
Masyarakat yang mengalami gejala diimbau untuk memakai masker dan
membatasi aktivitas agar tidak menular ke orang lain.
Dwi menyampaikan kasus positif Covid-19 aktif di Jakarta
hingga Sabtu, 23 Desember 2023 berjumlah 663 pasien dan seluruhnya
bergejala ringan. Ia mengatakan akan terus memantau tren kasus
tersebut. “Tambahan kasus baru di tiga hari terakhir stabil berada di
kisaran 370-400 kasus baru per-hari,” kata dia.
Dwi mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Terlebih
kepada masyarakat yang memiliki penyakit komorbid. Sebab risikonya
akan jauh lebih besar, seperti kematian. Apalagi jika tidak
terkendali. Masyarakat diimbau agar memanfaatkan layanan vaksinasi
Covid-19 segera. Vaksinasi dapat dilakukan di Puskesmas Kecamatan,
Rumah Sakit, atau tempat lainnya. Informasi teknis seperti jadwal dan
lokasinya bisa di cek langsung lewat akun media sosial Dinas Kesehatan
(Dinkes) atau fasilitas kesehatan yang diinginkan. (pitta-01).
